BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Spirit

Taif, Kota Idaman

Taif adalah sebuah kota terkenal di Arab Saudi, terletak di ketinggian 1.630 meter dari permukaan laut, di puncak Timur

Taif, Kota Idaman
Kaltrabu
KH Husin Naparin 

Oleh: KH Husin Naparin
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalsel

Taif adalah sebuah kota terkenal di Arab Saudi, terletak di ketinggian 1.630 meter dari permukaan laut, di puncak Timur gunung Sarrah Al-Hijaz, berjarak lebih kurang 100 km dari Makkah arah ke Timur, condong ke Selatan; bercuaca normal di musim panas dan terdapat banyak perkebunan; berpenduduk kira-kira dua juta jiwa.

Pada masa Rasulullah SAW, di kawasan ini tinggal Suku Tsaqif. Setelah penduduk Kota Makkah menolak ajaran Nabi Muhammad SAW, beliau pun berangkat ke kota ini ditemani oleh budaknya Zaid bin Haritsah, mengharapkan penduduk negeri ini mau menerima Islam.

Apa yang terjadi? Pembesar negeri ini menolak, bahkan memerintahkan anak-anak dan pemuda-pemuda kota Taif untuk mengusir beliau dengan batu. Darah mengucur di tumit nabi. Beliau pun berlindung di sebuah perkebunan milik dua bersaudara, Utbah dan Syaibah anak Rabi’ah.

Di situ dia mengadu kepada Tuhan, “Ya Allah Yang Maha Pengasih Penyayang, Engkaulah pelindung orang-orang lemah. Kepada siapa lagi aku mengadukan halku, aku tidak mungkin mengadu kepada orang yang jauh dariku, apalagi kepada musuh yang menguasaiku. Aku berlindung dengan terangnya kemuliaan wajah-Mu yang menerangi kegelapan dan mampu memperbaiki segala masalah dunia maupun akhirat. Aku tidak peduli akan segala derita yang aku alami ini, asalkan Engkau ridha dan tidak menurunkan murka kepadaku...”

Demikian antara lain pengaduan baginda Rasul kepada Tuhannya.

Datanglah Jibril AS yang menawarkan, jika dia mau gunung-gunung di negeri Taif ini diangkat ke angkasa, kemudian dijatuhkan kepada penduduk Taif yang menistakannya. Dengan tegas beliau menolak, bahkan mengidamkan anak cucu penduduk negeri ini suatu saat menjadi orang beriman, kendati sekarang mereka memusuhinya.

Dia berdoa, Allahummahdi qaumi fa innahum la ya’lamun. Artinya, “Ya Allah, tunjukilah bangsaku ini karena mereka tidak tahu.”

Dua pemilik kebun tempatnya berlindung memperhatikan. Muncullah perasaan iba di hati keduanya; lalu keduanya memerintahkan hamba sahayanya, Addas, seorang pemeluk Nasrani, “Ambil olehmu setangkai anggur ini dan berikan kepada orang itu.” Addas pun membawa anggur itu dan meletakkannya di hadapan baginda Rasul. Beliau mengulurkan tangan seraya mengucapkan, “Bismillah.”

Anggur itu dimakannya. Addas berkata, “Perkataan tuan ini tidak pernah diucapkan oleh penduduk negeri ini.” Rasulullah menjawab dengan pertanyaan, “Dari mana asalmu dan apa agamamu?” Addas menjawab, “Aku seorang Nasrani dari negeri Nenevi.”

Halaman
12
Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help