BanjarmasinPost/
Home »

Video

NEWSVIDEO

Disuruh Lapor Kesana Kemari, PKL Ini Minta Satpol PP Beri Solusi

Warga Kelurahan Angsau ini mengaku sudah belasan tahun berdagang di lokasi tersebut menjajakan barang pecah belah, seperti pisau dan peralatan dapur.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Ngatmi, pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Pelaihari, memprotes kinerja tim penataan dan penertiban yang menegur dan memintanya tak berjualan diatas saluran air, Jalan Rindani, Jumat (17/3/2017).

Warga Kelurahan Angsau ini mengaku sudah belasan tahun berdagang di lokasi tersebut menjajakan barang pecah belah, seperti pisau dan peralatan dapur.

"Saya ini diminta pindah jualan. Tapi dibilang tidak masuk daftar relokasi karena lokasi yang disediakan khusus jualan ikan, ayam potong dan sayuran. Jualan saya ini mau dipindahkan kemana. Saya disuruh lapor kesana dan kemari. Harusnya dicarikan solusinya bagi usaha kecil seperti kami ini," katanya kepada sejumlah personel Satpol PP yang mengawal jalannya penataan dan penertiban pasar Pelaihari.

Kemarin, tim penataan dan penertiban pasar Pelaihari melakukan tindakan meminta para pedagang yang berjualan dibahu jalan agar pindah ke lokasi yang disediakan oleh Himpunan Pedagang Ikan, Ayam dan Sayur Pasar Pelaihari.

Sasaran penertiban pedagang kaki lima di jalur jalan Rindani, samping Plaza Bajuin hingga berbelok ke Jalan Pintu Air dekat los pasar ayam, daging dan ikan basah.

Kepala Bidang Pasar pada Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan Kabupaten Tanahlaut, HM Rakhmadi mengaku puas karena proses penataan dan penertiban berjalan lancar.

"Penataan dan penertiban pedagang kaki lima ini tidak cukup sekali ini. Kami terus melakukan penertiban bersama tim agar pasar Pelaihari nyaman dan aman," ujarnya.

Sebagian pedagang kaki lima yang diminta dipindah berjualan di jalan memilih tak berdagang. Mereka mengikuti arahan dari Riyadi, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukaan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanahlaut.

Riyadi memberikan imbauan agar para pedagang kaki lima yang direlokasi ke los pasar yang dikelola Himpunan Pedagang Ikan, Ayam dan Sayur Pasar Pelaihari berpartisipasi memungut sampah dan memilah sebelum membuang sampah ke tempat sampah yang disediakan pihaknya.

"Kami minta partisipasi pedagang. Kami akan tempatkan tempat sampah di sekitar lokasi pedagang untuk kita jaga bersama demi kenyamanan dan kebersihan bersama," katanya.

Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanahlaut, Rudi Ismanto membenarkan bahwa keberadaan anggotanya mengawal tim penataan dan penertiban pasar Pelaihari berjalan lancar sesuai peraturan daerah.

Personel Satpol PP Kabupaten Tanahlaut meminta pedagang resmi di kios tidak memasang terpal warna warni di depan toko. Ini lakukan agar atap pasar menarik dan tidak terlihat kumuh.(Banjarmasin Post/Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help