BanjarmasinPost/

Fei Kadang Harus Mendekorasi Ruangan dalam Suasana Gelap

Awalnya, Fei hanya menggeluti wedding organizer (WO). Memiliki pengalaman soal itu, ia lalu melebarkan sayap membuat usaha jasa dekorasi.

Fei Kadang Harus Mendekorasi Ruangan dalam Suasana Gelap
banjarmasin post group
Feilina Halim, Owner Party Planner Victory Angel'z Group. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Hobi dekorasi memang unik dan mengasyikan. Apalagi hobi tersebut bisa mendatangkan pundi-pundi uang melalui jasa penyelenggara pesta atau party planner.

Berkat hobi dekorasi itu pula, pekerjaan dengan waktu kerja yang fleksibel ini membuat banyak orang menjajal peruntungannya di bidang jasa party planner. Tak heran, kini jasa layanan ini kian menjamur di Kalimantan Selatan, terutama di Kota Banjarmasin.

Salah satu pencetus jasa ini adalah Feilina Halim. Perempuan cantik yang akrab disapa Fei ini menggeluti jasa sejak 2010 lalu dan ia sangat menikmati pekerjaannya ini karena menurutnya snagat mengasyikan.

Cewek 31 tahun ini sudah beberapa kali dipercaya membuat dekorasi untuk pesta ulang tahun (ultah), resepsi perkawinan atau gathering. "Saya orangnya memang suka desain," ucapnya, Sabtu (18/03/2017).

Awalnya, tutur Fei, dulu dirinya hanya menggeluti wedding organizer (WO). Memiliki pengalaman soal itu, ia lalu melebarkan sayap membuat usaha jasa dekorasi.

Ia dapat pelanggan pertama saat diminta melakukan dekorasi acara ultah anak pemilik pengusaha kosmestik di Grand Restaurant Banjarmasin. "Nah, dari situ lah orang melihat hasil kerja saya. Lalu menyebar dari mulut ke mulut hingga sekarang. Saya juga aktif promosi di medsos," ucap Fei.

Mulai dari ide rancangan hingga properti yang dimiliki, semuanya Fei menggarap sendiri. Tawaran demi tawaran pun terus mengalir hingga merembet ke mayarakat luas.

Fei selalu total dalam mengeluti pekerjaannya, tak pernah mengeluh meski dihadapkan pada situasi dan kondisi sulit. Misalnya sempitnya waktu yang disesiakan oleh pengelola gedung di ruangan yang ingin didekorasi. Hal itu kadang membuatnya harus bekerja ekstra.

"Untuk sewa ruangan seperti di hotel berbintang kan tidak murah. Kadang ada batasan kami harus menggunakan ruangan untuk mendekor. Bahkan saya sudah tidak kehitungan tidur di panggung yang di dekor," sebut dia.

Pengalaman lain, kata Fei, saat pengelola ruangan tidak mau kompromi. Mereka menghemat listrik dengan cara mematikan semua lampu penerangan.

"Dalam kondisi seperti itu ya harus bekerja dalam kegelapan. Saya sampai tidak tahu warna balon yang saya pegang. Terpaksa pakai senter," pungkas dia.

Selengkapnya simak di Banjarmasin Post edisi, Minggu (19/03/2017).

(khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help