BanjarmasinPost/

Sesama Aremania Terlibat Ricuh, Dua Orang Luka-luka

Seorang korban luka parah di bagian kepala dan mata, dan seorang lainnya mengalami keseleo di bagian tangan.

Sesama Aremania Terlibat Ricuh, Dua Orang Luka-luka
Surya.co.id
Wahyu Widayanto (41), korban pengeroyokan konvoi Aremania, ditemui di RS Teja Husana Kepanjen, Kabupaten Malang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KEPANJEN - Dua Aremania (Penggemar Arema FC) jadi korban pengeroyokan peserta napak tilas Arema, Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Minggu (19/3/2017).

Seorang korban luka parah di bagian kepala dan mata, dan seorang lainnya mengalami keseleo di bagian tangan.

Dua korban adalah Wahyu Widayanto (41) asal Ngaglik Kota Batu dan temannya, Fuad Sugik.
Keduanya baru saja menghadiri acara komunitas RX King di Stadion Kanjuruhan. Menurut Sugik, saat itu dirinya dan Wahyu dalam perjalanan pulang.

Keduanya berpapasan dengan rombongan konvoi di depan Indomaret Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen.

Karena kondisi jalan sangat macet, keduanya menepi sambil menunggu konvoi berlalu.
"Kami sudah minggir, terus sambil lihat konvoi lewat. Sebenarnya kan biasa ada konvoi terus ada warga yang lihat," ucap Fuad.

Saat tengah melihat iring-iringan, tiba-tiba seorang peserta konvoi menghardik Wahyu yang ada di depan Fuad. Wahyu yang merasa sama-sama Aremania menjawab dengan santai.

"Ada yang menghardik, opo'o (kenapa). Terus dijawab, gak opo-opo wong podo Arema-ne (gak apa-apa, sesama Arema)," tutur Fuad.

Namun jawaban itu tidak meredakan amarah orang yang menghardik Wahyu. Secara tiba-tiba Wahyu diserang. Serangan ini diikuti oleh persera konvoi yang lain.

Melihat itu Fuad berusaha menolong Wahyu. Namun nasibnya sama, sejumlah orang juga menyerangnya. Nahas buat Wahyu, helm yang dipakainya terlepas.

"Kalau saya helm masih tetap di kepala, jadi saya masih selamat. Tapi mas Wahyu helmnya lepas, jadi pukulan langsung mendapat di wajah dan kepalanya," ungkap Fuad.

Akibatnya Wahyu menderita luka parah di bagian mata. Wahyu dan Fuad sempat dibawa ke Rumah Sakit Teja Husada untuk mendapatkan pertolongan medis. Mata kanan Wahyu harus diperban karena luka yang dialaminya.

Sementara Fuad terkilir di bagian tangannya. Fuad mengaku heran dengan perilaku peserta konvoi tersebut. Sebab dirinya dan Wahyu sama-sama memakai sepeda motor dengan nomor polisi N.

Saat ditanya pelaku yang awalnya menghadik Wahyu, Fuad mengaku tidak ingat pasti. Yang diingatnya pelaku saat itu berboncengan bersama istri dan anaknya.

"Pelakunya bukan anak-anak. Di situ banyak kok yang tua-tua (dewasa)," katanya.

Atas kejadian ini, Fuad melapor ke Polres Malang. Dirinya berharap polisi bisa menemukan pelaku pengeroyokan. Sementara Wahyu belum bisa melapor, karena luka-luka yang dialaminya.

Editor: Murhan
Sumber: Surya Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help