BanjarmasinPost/

Serambi Ummah

Teori Pendidikan Karakter Jangan Hanya Seminar

Pemerintah harus mampu menjembatani masalah ini, agar pendidikan prasekolah bisa dinikmati semua anak Indonesia.

Teori Pendidikan Karakter Jangan Hanya Seminar
serambiummah.com
Serambi Ummah edisi Jumat (17/3/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendidikan prasekolah seperti playgroup, saat ini banyak ditemui di kota-kota besar di Indonesia. Sayangnya, tak semua anak Indonesia bisa menikmatinya, karena terkendala biaya.

Menurut Ketua STKIP PGRI Banjarmasin, H Abidinsyah, pemerintah harus mampu menjembatani masalah ini, agar pendidikan prasekolah bisa dinikmati semua anak Indonesia.

Misalnya, bisa membuat program-program yang mampu menjadi solusi untuk masalah ini.

“Usia-usia dini merupakan masa-masa keemasan bagi anak-anak. Di usia ini mereka sangat produktif,

kecerdasan mereka harus berkembang dan dikelola dengan tepat, karena mereka adalah masa depan bangsa. Biasanya ini terjadi pada usia antara empat tahun hingga enam tahun,” terangnya.

Dasar-dasar pendidikan karakter anak lebih tepat diberikan di usia prasekolah, seperti di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Di usia ini, anak-anak selain sangat produktif, mereka juga mencontoh segala macam perilaku orang-orang di sekitar mereka.

“Di usia awal-awal sekolah dasar, juga masih seperti ini. Pendidikan karakter ini sangat penting diterapkan, karena akan menjadi dasar perilaku mereka ke depan,” paparnya.

Selama ini, teori pendidikan karakter hanya dibahas di seminar-seminar, tetapi pada praktiknya di kehidupan nyata yang sangat penting.

Oleh sebab itu, kita perlu meninjau sejauh mana kesiapan para guru di sekolah untuk menerapkan pola pendidikan karakter anak yang tepat ini.

Anak-anak di usia satu tahun hingga tujuh tahun, adalah saatnya mereka mencontoh para guru di sekolah. Oleh sebab itu, guru harus bisa menjadi teladan yang baik untuk para siswa mereka.

Kemudian, di usia tujuh tahun hingga 14 tahun adalah saatnya anak-anak sering mendapatkan perintah, arahan dan nasihat yang baik. Misalnya, jika mereka berhasil melakukan sesuatu maka harus diberi hadiah, sebagai bentuk penghargaan terhadap usaha mereka.

Selanjutnya di usia 14 tahun hingga 21 tahun, saatnya mereka menerapkan hasil didikan saat mereka kecil.

“Di masa ini, saatnya mereka aktif melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat dan lingkungan seperti pramuka, organisasi tertentu yang melibatkan kepedulian sosial dan lingkungan mereka. Ini saatnya mereka menerapkan ilmu dan pendidikan karakter yang mereka dapat saat mereka kecil,” katanya. (ath)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help