Dorong Lahirnya Merek Lokal, Kemenperin Optimalkan Balai Pengembangan Industri

Gati menyebutkan, yang sudah terealisasi pada produk alas kaki melalui inisiasi dari Kemenperin, yakni Sepatu Ekuator dengan desain premium khusus pr

Dorong Lahirnya Merek Lokal, Kemenperin Optimalkan Balai Pengembangan Industri
KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAH
Seorang perajin sepatu dan sandal di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor sedang merapikan sepatu-sepatu yang siap dijual ke toko grosir, Senin (15/2/2016). Di tengah ancaman persaingan bisnis dengan produk dan merk terkenal, para perajin sepatu dan sandal di wilayah Ciomas tetap setia menjalani profesinya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mendorong lahirnya sejumlah brand (merek) lokal dari produk-produk yang memiliki daya saing global hasil olah industri kecil dan menengah (IKM) nasional melalui balai pengembangan industri.

Salah satunya adalah produk alas kaki, yang berpotensi besar mampu menembus pasar ekspor.

“Kemenperin memiliki Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI), yang merupakan satuan kerja Direktorat Jenderal IKM, berperan dalam peningkatan standar kompetensi sumber daya manusia industri, penumbuhan wirausaha baru dan mendorong program national branding untuk industri alas kaki,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih melalui keterangan resmi, Kamis (23/3/2017).

Mengenai penguatan merek nasional, Gati menyebutkan, yang sudah terealisasi pada produk alas kaki melalui inisiasi dari Kemenperin, yakni Sepatu Ekuator dengan desain premium khusus pria.

Sepatu Ekuator memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 80 persen. Menurut Gati, sepatu ini diproduksi oleh pengrajin yang sudah berpengalaman puluhan tahun.

“Dengan pemilihan bahan baku yang terbaik, konstruksinya juara, hingga pengerjaannya yang apik membuat Ekuator hadir dengan kualitas yang beda dari sepatu-sepatu lain,” ungkapnya.

Sepatu Ekuator yang dibanderol dengan harga sekitar Rp 2,5 juta ini sementara diproduksi oleh satu IKM, yaitu Fortuna Shoes yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

“Ke depannya, semua IKM bisa memproduksi sepatu ini sesuai standar produk dan kualitas yang sudah ditentukan. Kami juga memberikan pelatihan kepada IKM yang ingin memproduksi Ekuator,” tambah Gati.

Melalui pertemuan dengan para pelanggan BPIPI yang meliputi pemasok, pengrajin, dan pembeli ini, Gati berharap dapat menjadi ajang untuk saling memberikan masukan dalam pembuatan sepatu lokal yang memenuhi standard desain dan kualitas sesuai selera pasar saat ini.

“Dalam memenuhi kepuasan pelanggan terdapat rantai yang saling berkaitan antara supplier, manufacturer, dan buyer. Dalam kesempatan ini, akan dibahas tentang menyinergikan kebutuhan dan keinginan antara ketiga pelaku bisnis tersebut sehingga memperkecil kesenjangan,” paparnya. (KOMPAS.com)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help