Hanya Punya Dana Rp 268 Triliun Untuk Bangun Jalan Tol, Pemerintah Harus Putar Otak

Tapi dari jumlah kebutuhan tersebut, pemerintah hanya mampu membiayai 37% dari total pembiayaan atau sekitar Rp 268 triliun.

Hanya Punya Dana Rp 268 Triliun Untuk Bangun Jalan Tol, Pemerintah Harus Putar Otak
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pekerja memeriksa jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi 1, di Jalur Kalimalang Jakasampurna Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/11/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah punya nafsu besar dalam menggeber pembangunan tol selama lima tahun ini. Namun, hal tersebut tidak diimbangi dengan kemampuan pendanaan.

Berdasarkan rencana pengembangan jalan tol yang tertuang dalam Indonesia Road Development Plan 2015- 2019, anggaran yang diperlukan untuk menggeber pembangunan jalan tol selama lima tahun mencapai Rp 733 triliun.

Tapi dari jumlah kebutuhan tersebut, pemerintah hanya mampu membiayai 37% dari total pembiayaan atau sekitar Rp 268 triliun.

Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan, untuk menutup kekurangan anggaran tersebut pemerintah harus putar otak.

"Ditutup dengan anggaran pemerintah daerah, BUMN, swasta melalui skema kerjasama pemerintah swasta dan pembiayaan infrastruktur non APBN," katanya dalam sebuah pernyataan pers, Kamis (23/3/2017).

Basuki mengatakan, agar dana dari swasta bisa masuk, pemerintah sudah mengeluarkan beberapa kebijakan.

Untuk pengadaan tanah misalnya, pemerintah sudah membentuk Lembaga Manajemen Aset Negara untuk membantu manajemen dan pembiayaan pengadaan tanah.

"Kami juga sudah terbitkan serangkaian peraturan untuk menumbuhkan iklim investasi, seperti dukungan pemerintah, jaminan pemerintah dan lain sebagainya," katanya.

(Reporter: Agus Triyono)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved