Kawasan Mantuil Nantinya Akan Seperti JIIPE

Kapal tidak perlu khawatir kandas ketika bongkar muat di kawasan Pelabuhan Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) Maanyar Gresik Jawa Timur.

Kawasan Mantuil Nantinya Akan Seperti JIIPE
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Pelindo III Banjarmasin mengajak wartawan Press tour ke Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Maanyar Gresik Jawa Timur, Kamis (23/3). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Kapal tidak perlu khawatir kandas ketika bongkar muat di kawasan Pelabuhan Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) Maanyar Gresik Jawa Timur. Lokasinya berseberangan dengan Pulau Madura sehingga arusnya tenang dan merupakan pelabuhan yang paling depan.

Diungkapkan Manager Operasional PT Berlian Maanyar Sejahtera yang merupakan operator pelabuhan JIIPE, Hery Nugraha, saat menerima press tour Pelindo Banjarmasin, Kamis (23/3/17).

Lebih lanjut dia menjelaskan, nantinya panjang dermaga menjadi 500 meter, saat ini sekitar 300 meter. Kelebihan lainnya nantinya jika kawasan industri sudah jadi maka akan menjadi pasarnya pelabuhan.

Kapal yang bongkar muat tidak mengeluarkan biaya tinggi, karena bekerjanya lebih cepat. Kawasan yang terintegrasi maksimal.

"Kami sebagai operator yang ditunjuk untuk handling pelabuhan. PT BMS mengelola khusus pelabuhan," katanya, didampingi Kahumas PT Berlian Jasa Terminal Indonesia Port, Asep Hermawan.

Marcom PT Berkah Kawasan Maanyar Sejahtera, Haris Arianto, juga menjelaskan, memulai pengerjaan konstruksi pada November 2013 dan mengantongi izin dermaga pelabuhan pada Desember 2015, efektif beroperasional pada Januari 2016.

"Saat ini sedikitnya 25 kapal yang sandar karena panjang dermaga baru 200 meter. Fokus pengiriman tahap awal general cargo dan curah kering, belum peti kemas. Merupakan pelabuhan internasional," jelasnya.

Saat ini sudah terkoneksi dengan jalan tol yang dikerjakan PT Waskita Karya dengan panjangnya sekitar 39 kilometer. Memudahkan tenant untuk bisa akses ke pelabuhan, karena juga didukung transportasi kereta api dan jalur tol.

Luas area sekitar 3.000 hektare yang dibagi dalam tiga area, yakni pelabuhan sekitar 400 hektare, kawasan industri 1.761 hektare, dan perumahan 800 hektare.

Proses pembangunan JIIPE ini merupakan proyek kerjasama antara Pelindo III dan AKR, sistem kerjasama pemerintah dengan swasta.

Haris juga menjelaskan, saat ini kawasan industri sudah pengerukan 400 hektare, dan nantinya pada 2018 urukan tanah menjadi 800 hektar.

Suduh ada enam perusahaan yang masuk di JIIPE, yaitu Unicam yang sudah beroperasional di kawasan tersebut dan Clariant yang akan beroperasional. Sedangkan empat perusahaan lainnya masih persiapan.

Kawasan JIIPE ini suplay listrik tidak tergantung PLN, dan air tidak bergantung PDAM. Nantinya memiliki power plant daya sebesar 1.300 MW, tahap satu sebesar 23 MW bahan bakar menggunakan gas, tahap kedua 500 MW juga gas dan tahap ketika akan ditambah menjadi 660 MW dengan bahan bakar batu bara.

Humas Pelindo III Banjarmasin, Iskandar menambahkan, mengajak press tour dari Banjarmasin meninjau JIIPE ini karena merupakan tindak lanjut dari MoU antara Pemko dengan Pelindo.

"Nantinya Banjarmasin juga memiliki kawasan seperti ini, yaitu di daerah Mantuil," tambahnya.

Penulis: Hasby
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved