BPost Edisi cetak

Anggota Polres Tapin Bikin Tolak Angin, Dapat Rp 500 Ribu Per Bulan

Polisi yang menerima tentu saja senang karena mendapat bubuk minuman gratis.

Anggota Polres Tapin Bikin Tolak Angin, Dapat Rp 500 Ribu Per Bulan
dokumen
BPost edisi Jumat (24/3/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setibanya di Mapolres Tapin, Bripka Mulyono membagikan sejumlah bungkusan plastik berukuran sachet kepada polisi yang ada di sana. Isinya bubuk jahe aren.

Polisi yang menerima tentu saja senang karena mendapat bubuk minuman gratis. Apalagi mereka yang kerap bertugas malam. Itu karena jahe aren dipercaya dapat menangkal masuk angin.

Jahe aren yang dibagikan Mulyono pada Rabu (22/3) itu adalah bikinan sendiri. Rupanya personel Binmas Polsek Candi Laras Utara (CLU) Kabupaten Tapin tersebut punya usaha selain berprofesi sebagai polisi. Apa yang dilakukannya di mapolres adalah bagian dari promosi.

Pria berusia 35 tahun ini membikin bubuk minuman yang diseduh tersebut dari jahe merah dan gula aren. Keduanya diramu dengan sejumlah bahan seperti gula putih, gula merah dan vanila. Hasilnya bisa disajikan dengan menggunakan air panas atau es.

Selain sedap, menurut Mulyono, produknya antara lain dapat menolak angin, memperlancar peredaran darah dan mengobati kesemutan. Ramuan ini telah dipasarkannya kepada masyarakat sejak enam bulan lalu. Harganya Rp 4.000 per bungkus.

Ada sekitar 10 pelanggannya. Beberapa waktu lalu sebuah toko di Banjarbaru memesan dalam jumlah besar. Namun karena tidak punya modal dan kekurangan tenaga, Mulyono belum bisa memenuhinya.

Saat ini dia belajar membuat kemasan agar menarik. Mulyono pun meminta pendampingan kepada Dinas Perindustrian Tapin untuk memperbaiki produk dan memasarkannya.

Sementara ini, dalam sebulan, Mulyono menghasilkan puluhan kilo jahe aren. Keuntungan bersih yang diraihnya sekitar Rp 500 ribu per bulan.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post hari ini, Jumat (24/3/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi Jumat (24/3/2017)
BPost edisi Jumat (24/3/2017) (dokumen)
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help