Berita Kotabaru

Bertatapan di Warung Ibus Berujung Pengeroyokan Berdarah di Desa Batuah

Fuad Hasan (22), warga Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, terpaksa menjalani perawatan di puskesmas Pamukan Barat

Bertatapan di Warung Ibus Berujung Pengeroyokan Berdarah di Desa Batuah
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Luka di punggung yang dialami Fuad akibat pengeroyokan, Minggu (26/43/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Fuad Hasan (22), warga Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, terpaksa menjalani perawatan di puskesmas Pamukan Barat.

Ia menderita luka serius akibat senjata tajam jenis parang yang disabetkan seterunya saat terjadi perkelahian, Minggu (26/3/2017) sekitar pukul 10.00 Wita.

Akibat sabetan parang korban mengalami luka menganga di lengan kanan dan luka robek di punggung kiri--atas pinggang--hingga membuat sekujur tubuh korban dilumuri darah segar.

Diperoleh informasi, perkelahian tidak seimbang antara korban dengan dua orang pelaku terjadi di sebuah warung teh yang berada di Jalan Provinsi, Desa Batuah, Kecamatan Pamukan Barat.

Sabetan parang juga mengenai lengan Fuad hingga mengakibatkan luka menganga.
Sabetan parang juga mengenai lengan Fuad hingga mengakibatkan luka menganga. (banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka serius, dipicu karena permasalah sepele.
Berawal dari cekcok mulut hingga berujung pengeroyokan terhadap korban.

Kapolres Kotabaru, AKBP Suhasto SIK, melalui Kasubag Humas Tuti Sulistyowati mengatakan, penganiayaan tersebut berawal saat korban datang ke warung Ibus, seorang warga Desa Batuah.

Sebelum korban mampir di warung itu, dua orang pelaku yaitu Abdul Hadi dan Sarpani sudah lebih dahulu ada di sana.

Perkelahian dipicu dari saling tatap, cekcok mulut lalu berlanjut ke perkelahian. (*)

Penulis: Herliansyah
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved