Berita HST

Gabungkan Sekolah yang Muridnya Minim, Disdik Minta Masukan DPRD HST

Pemkab Hulu Sungai tengah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengusulkan agar dilakukan penggabungan sekolah

Gabungkan Sekolah yang Muridnya Minim, Disdik Minta Masukan DPRD HST
banjarmasinpost.co.id/hanani
rapat kerja Pansus DPRD HST atas LKPj Bupati HST 2016 bersama jajaran Pemkab HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pemkab Hulu Sungai tengah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengusulkan agar dilakukan penggabungan sekolah, untuk sekolah-sekolah yang muridnya minim, untuk efesiensi biaya di bidang pendidikan.

Usul tersebut disampaikan pada rapat kerja Pansus DPRD HST atas LKPj Bupati HST 2016 bersama jajaran Pemkab HST, yang dihadiri Kadisdik HST Riduan serta Bupati HST H Abdul Latif, Senin siang (4/4/2017) di Gedung DPRD HST.

Namun, atas usulan tersebut Ketua Pansus, Nasrudin, yang juga Ketua Komisi di Bidang Pendidikan meminta agar Disdik HST terlebih dahulu melakukan pemetaan jumlah sekolah berdasarkan zona.

Dia mencontohkan, zona kota kabupaten, pinggiran kota kabupaten, zona kecamatan, pinggiran kota kecamatan, daerah terpencil dan daerah yang sangat terpencil.

“Ini penting untuk mengetahui berapa jumlah murid pada sekolah-sekolah tersebut. Berapa jumlah guru nya. Berapa guru berstatus PNS, non PNS atau guru kontrak, sehingga bisa dipetakan kembali sekolah mana yang bisa digabung. Guru mana yang bisa ditambah atau dikurangi,” kata Nasrudin.

Dijelaskan, penggabungan sekolah pun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi Disdik, karena menurut Nasrudin, saat ini untuk status Sekolah Tingkat Atas (SMA)/sederajat sudah menjadi kewenagan Pemrov pengaturannya.

Bupati HST H Abdul Latif pada kesempatan itu menjelaskan, penggabungan sekolah dan perampingan guru tentu akan berdampak pada kondisi keuangan daerah, pembiayaan sekolah dan guru tersebut.

“Jadi bisa lebih efisien atau bahkan bertambah kebutuhan dana nya. Sekolah yang digabung diutamakan tingkat dasar (SD) dan tingkat pertama (SMP),” jelasnya.

Disebutkan, wacana menggabungkan sekolah tersebut, karena di beberapa sekolah ada yang jumlah siswanya tinggal sepuluh orang, sehingga dari sisi penyelenggaraan sebuah sekolah menjadi tak efektif, dibanding biaya operasionalnya.

Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help