Setelah Kualalumpur-Bali-Brisbane, Malindo Air Incar Rute Yogyakarta dan Lombok

Malindo memutuskan mengambil rute Denpasar-Brisbane untuk menyasar penumpang yang melakukan perjalanan wisata.

Setelah Kualalumpur-Bali-Brisbane, Malindo Air Incar Rute Yogyakarta dan Lombok
MALINDO AIR / FACEBOOK
Pesawat Malindo Air diparkir di Bandara Changi. Maskapai penerbangan asal Malaysia secara resmi disambut di Bandara Changi pada Senin pagi (8/12/2014) menandai pengoperasian penerbangan harian antara Kuala Lumpur dan Singapura. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -  Setelah sukses membuka rute Kuala Lumpur-Denpasar-Brisbane, Australia, maskapai Malindo Air berencana membuka rute baru dari Kuala Lumpur ke Yogyakarta dan Lombok.

General Manager Sales and Business Development Malindo Air, Ramdas Shivram mengatakan, setelah Denpasar Malindo mengincar Yogya untuk target rute terbaru di Indonesia.

"Rencananya tahun ini, kemungkinan Desember," kata Ramdas Shivram, Sabtu (1/4/2017).

Ramdas mengatakan, rute Kuala Lumpur-Yogya tersebut akan dapat meningkatkan wisatawan ke Indonesia. Sebab selain Bali, Yogya juga menjadi tujuan wisata warga Malaysia dan Bali. "Nantinya akan meningkatkan wisatawan," ujarnya.

Sementara itu, lanjut Ramdas, pihaknya juga berencana membuka rute Kuala Lumpur-Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 2018 mendatang. "Lombok mungkin tahun depan. Saat ini kami masih akan mempersiapkan ke Yogya dulu," tuturnya.

Sedangkan untuk kota di Indonesia lainnya, yaitu Bandung, sudah ada penerbangan Malindo Air dari Kuala Lumpur ke Bandung dua kali sehari. Sebab, bandung tidak hanya menjadi tujuan wisata, tapi juga untuk belanja.

Malindo Airlines merupakan anak usaha Lion Air Group yang berpusat di Malaysia. Lion Air Group mendirikan maskapai ini dengan National Aerospace and Defence Industries (NADI) Malaysia dengan komposisi saham 49 persen asing dan 51 persen dalam negeri.

Malindo Air akan berganti nama menjadi Batik Air. Pergantian nama ini dilakukan untuk menyatukan dua perusahaan menjadi satu sekaligus mempermudah pemasaran.

"Malindo kita akan diganti dengan Batik Air. Jadi dua perusahaan dijadikan satu perusahaan. Sehingga jadi market ini jadi satu, sehingga interline," jelas pendiri Lion Air Group Rusdi Kirana.

Seperti diberitakan sebelumnya, Malindo Air, bagian dari Lion Air Grup, untuk kali pertama melakukan penerbangan komersial pertama atau first commercial flight rute Denpasar-Brisbane, Australia, pada Jumat (31/3) malam.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved