Berita Regional

Takut Terjadi "Horor" Akibat Pembunuhan, Barak 17 SMA Taruna Nusantara Akan Direnovasi

Kepala Sekolah SMA TN Usdiyanto menuturkan saat ini pihaknya fokus pada pemulihan psikologi siswa yang sempat terguncang pasca-tragedi tersebut

Takut Terjadi
kompas.com
Pintu masuk komplek SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah, Senin (3/4/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAGELANG - Barak graha 17 di kompleks SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang akan diperbaiki pasca-tragedi pembunuhan yang terjadi Jumat (31/3/2017) lalu.

Kepala Sekolah SMA TN Usdiyanto menuturkan saat ini pihaknya fokus pada pemulihan psikologi siswa yang sempat terguncang pasca-tragedi tersebut. Terutama, siswa-siswa yang tidur di barak graha 17 atau lokasi AMR (16) menghabisi nyawa kawannya sendiri Kresna Wahyu Nurachmad (15).

"Saya tidak ingin menciptakan image jelek secuil apapun, sejengkal apapun pada kampus SMA ini. Saya bukan orang yang percaya klenik bahwa kamar harus begini begitu tapi menurut saya (tragedi) itu insidentil, Allah yang sudah mengaturnya," ucap Usdiyanto, Senin (3//4/2017).

Secara fisik, lanjut Usdiyanto, graha 17 akan diperbaiki sedemikian rupa agar menciptakan kesan berbeda dengan sebelumnya. Misalnya, tempat yang semula digunakan tidur korban akan dijadikan mushala agar setiap saat siswa bisa shalat dan mengaji di tempat itu.

"Lalu lampu juga akan ditambah agar lebih terang. Graha 17 harus tetap digunakan. Setelah police line dibongkar baru akan kami mulai perbaiki," tuturnya.

Usdiyanto berujar, sebetulnya semua asrama di komplek SMA TN Jalan Magelang-Purworejo, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, itu memang akan direnovasi menjadi lebih bagus dan modern. Hal ini sebagai bentuk fasilitas kepada siswa-siswa SMA TN yang dikenal disiplin dan berprestasi itu.

"Konsentrasi kami ada tiga sisi, pertama bagi yang sudah meninggal didoakan, bagi pelaku sudah diserahkan kepada penyidik, dan yang ketiga adalah bagaimana anak-anak berani kembali tidur di graha itu lagi. Makanya saat rekonstruksi tadi kami buat agar anak-anak tidak takut, graha diperbaiki, mereka juga sudah mulai ceria," tutur.

Dia menyebutkan, ada 36 siswa yang sebelumnya tidur di barak graha 17. Pasca pembunuhan itu mereka sementara diungsikan ke rumah masing-masing pamong atau penamping.

Menurut dia, saat ini siswa-siswa SMA TN memang dalam proses pemulihan. Proses ini melibatkan tim khusus yang terdiri dari guru Bimbingan Konseling (BK), psikolog, dan psikiater profesional.

Usdiyanto mengatakan, seluruh siswa memiliki karakter masing-masing ketika menghadapi kasus ini.

"Ada anak yang penakut, boro-boro ke tempat tidur bekas (pembunuhan) itu, ke kamar mandi saja takut. Tapi ada juga yang tidur dimakam saja juga tenang-tenang saja. Secara umum anak-anak sudah enjoy dan ceria," ujarnya.

Pihaknya berharap dengan trauma healing ini siswa-siswa kembali tenang dan melanjutkan pendidikan dengan baik di SMA ini. Dan yang paling penting tidak ada lagi kejadian serupa di masa yang akan datang.

"Kami berharap dengan trauma healing ini anak-anak menjadi tegar. Kami mendidik anak menjadi "anak Elang" yang berani terbang melanglang. Kami tidak ingin anak-anak menjadi anak ayam yang berciak-ciak di bawah ketiak ibunya," kata dia.

Seperti diberitakan, Kresna Wahyu Nurachmad (15), siswa kelas 10 SMA Taruna Nusantara, asal Jalan Sumarsana, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung diduga dibunuh oleh tersangka AMR (16) yang tidak lain ada teman satu barak, Jumat (31/3/2017) sekitar pukul 03.30 WIB.

Tersangka yang sakit hati lantaran terpergok mencuri itu menusuk leher korban dengan pisau hingga korban kehabisan darah. Saat itu korban sedang tidur pulas di kamar 2B graha 17 komplek SMA Taruna Nusantara.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved