Travel

Wisatawan Mengeluh Tarif Masuk Terlalu Tinggi di Pulau Derawan

Secara bertahap Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mulai menata objek-objek wisatanya. Tidak hanya membenahi infstrukturnya, namun juga pe

Wisatawan Mengeluh Tarif Masuk Terlalu Tinggi di Pulau Derawan
tribunkaltim.co/geafry necolsen
Kepulauan Derawan, termasuk di dalamnya Pulau Maratua masuk dalam kategori lokasi wisata popular versi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2016. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG REDEB – Secara bertahap Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mulai menata objek-objek wisatanya.

Tidak hanya membenahi infstrukturnya, namun juga pelayanannya.

Pemkab Berau, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menerima kritik dan saran dari para wisatawan secara terbuka. Kritik pedas sekalipun dianggap sebagai kritikan yang konstruktif.

Belum lama ini beredar informasi keluhan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Berau.

Keluhan tersebut menyangkut tarif masuk yang dianggap terlalu tinggi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Mappasikra Mappaseleng pun melakukan klarifikasi secara langsung kepada pengelola resort yang disebut-sebut mengenakan tarif tinggi.

“Memang ada wisatawan yang datang melalui resort di Maratua dan mereka dikenakan tarif masuk Rp 40 ribu, Rp 50 ribu, ada juga yang hanya Rp 5 ribu,” kata Mappasikra, Selasa (28/3/2017)

Namun tarif tersebut menurut Mappasikra termasuk wajar, pasalnya, para wisatawan tersebut menggunakan fasilitas Maratua Paradise Resort.

“Mereka masuk melalui dermaga resort, kemudian minum kopi, mandi di resort sehingga dikenai service charge Rp 40 ribu per orang yang menggunakan fasilitas. Tarif itu masih wajar, karena ini resort bintang lima,” jelas mantan Kabag Humas Pemkab Berau ini.

Kepada Tribun, salah satu karyawan resort memastikan tidak pernah memungut biaya kepada wisatawan selama tak menggunakan fasilitas yang mereka miliki.

Mappasikra mengimbau agar para wisatawan, termasuk para pendamping wisatawan agar memperhatikan mana fasilitas publik dan mana yang dikelola oleh swasta agar tidak kaget saat dipungut biaya ketika menggunakan fasilitas milik swasta. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help