BanjarmasinPost/

Pilkada DKI

Menurut Djarot, Ini Beda Sungai di Jakarta dengan Banjarmasin

Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua Djarot Saiful Hidayat menilai sungai-sungai yang ada di Jakarta berbeda dengan sungai yang ada d

Menurut Djarot, Ini Beda Sungai di Jakarta dengan Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/rahmadhani
(Ilustrasi) Sungai Martapura yang membelah Banjarmasin, ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua Djarot Saiful Hidayat menilai sungai-sungai yang ada di Jakarta berbeda dengan sungai yang ada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Menurut Djarot, sungai di Banjarmasin berukuran besar dan tidak pernah kering.

"Banjarmasin saya pernah ke sana. Di sana ada pasar apung. Di sana ada wisata sungai karena sungainya besar dan tidak surut," kata Djarot saat ditemui di kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (7/4/2017).

Pernyataan itu disampaikannya menanggapi pernyataan cawagub nomor pemilihan tiga Sandiaga Uno yang menilai normalisasi sungai di Jakarta tidak mesti dilakukan dengan merelokasi warga yang bermukim di pinggiran sungai.

Sandi menilai penataan permukiman warga bantaran sungai di Jakarta bisa mencontoh seperti yang ada di Banjarmasin. Selain tak perlu memindahkan warga, Sandi menilai permukiman bantaran sungai yang sudah ditata dengan tepat juga bisa dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata. Menanggapi hal itu, Djarot menyatakan di Jakarta ada 13 sungai besar.

Namun ia menilai tidak semua bisa dimanfaatkan untuk wisata. Ia kemudian menyoroti Kanal Banjir Timur (KBT) yang disebutnya kerap kering saat musim kemarau.

"KBT ketika musim kemarau debit airnya turun. Kapal enggak bisa masuk. Enggak bisa berlayar karena turun," ujar Djarot.

Baca: Ingin Menormalisasi Sungai di Jakarta, Sandiaga Akan Tiru Banjarmasin

Menurut Djarot, wisata air memungkinkan diterapkan di Ciliwung. Dan ia menyatakan rencana tersebut sudah dipikirkan sejak lama. Djarot menyatakan jika nantinya sudah dibenahi, Ciliwung memang akan dimanfaatkan untuk wisata sungai.

"Selalu kita sampaikan kalau bisa diperbaiki bisa jadi wisata air. Itu sudah pernah saya sampaikan memang akan jadi wisata air dan bisa dilalui oleh kapal-kapal," kata Djarot. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help