Banjarmasin Post Edisi Cetak

Kadishut Kalsel Jadi Pemateri di Finlandia: 62 Persen Hutan Dimiliki Kelompok Keluarga

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar rupanya menganggap Kalimantan Selatan memiliki nilai poisitif dalam pengelolaan hutan.

Kadishut Kalsel Jadi Pemateri di Finlandia: 62 Persen Hutan Dimiliki Kelompok Keluarga
banjarmasinpost.co.id
Cover Banjarmasin Post Edisi Minggu (9/4/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar rupanya menganggap Kalimantan Selatan memiliki nilai poisitif dalam pengelolaan hutan.

Sebagai hadiah, dia mengajak Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel Haris Makkie dan Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Dr Hanif Faisol Nurrofiq berkunjung ke Finlandia.

Keberadaan rombongan di negara Eropa Utara tersebut terkait kerja sama bilateral dalam pengelolaan hutan. Mereka berada di Finlandia sejak tanggal 5 hingga 10 April 2017.

“Kalsel satu-satunya provinsi yang diikutsertakan karena dianggap sukses untuk revolusi hijau dan perhutanan sosial,” kata Hanif dalam perbincangan jarak jauh dengan BPost, Sabtu (8/4)

Ajakan ke negeri seribu bungker ini disampaikan langsung oleh Siti Nurbaya saat menghadiri Hari Bakti Rimbawan di Taman Hutan Raya Sultan Adam pada 19 Maret 2017.

“Menteri merespons positif tindakan Kalsel menjadi provinsi pertama di Indonesia yang membentuk Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2017. Dia bahkan ikut menyaksikan pelantikan pejabat pemangku hutan di delapan daerah di Kalsel oleh gubernur,” urai Hanif.

KPH merupakan organisasi terkecil di dinas kehutanan yang mempunyai fungsi strategis dalam perlindungan dan pemanfaatan hutan.

“Di Kalsel ada 1,7 juta hektare hutan yang harus dikelola dan ada 640 ribu hektare lahan kritis yang harus dientaskan salah satunya melalui revolusi hijau dan kemitraan,” kata dia.

Apalagi masalah kehutanan sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menjadi urusan pemerintah provinsi sehingga langkah Pemprov Kalsel membuat kesepakatan dan kerja sama dengan bupati/wali kota menjadi suatu terobosan yang luas biasa. “Menurut ibu menteri begitu, makanya Kalsel dianggap positif,” ujar Hanif.

Tak hanya ikut menteri, di negara tempat lahirnya telepon seluler Nokia dan game Angry Bird ini, Hanif memberikan materi tentang progres revolusi hijau dan perhutanan sosial di depan Menteri Kehutanan dan Agrikultur Finlandia, Hallituskatu dan jajarannya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved