Di Ketinggian 12.800 Meter, Para Pramugrari Sukses Bantu Seorang Ibu Melahirkan di Pesawat

Tak sekadar mengarahkan, tugas inti pramugrari sejatinya adalah memastikan keselamatan para penumpang.

Di Ketinggian 12.800 Meter, Para Pramugrari Sukses Bantu Seorang Ibu Melahirkan di Pesawat
net
Di atas ketinggian lebih dari 12 ribu meter, para pramugrari Turkish Airlines sukses membantu seorang ibu melahirkan di pesawat. Bayinya pun lahir dengan selamat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak sekadar mengarahkan, tugas inti pramugrari sejatinya adalah memastikan keselamatan para penumpang. Termasuk, keselamatan penumpang yang hendak melahirkan di dalam kabin.

Di atas ketinggian lebih dari 12 ribu meter, para pramugrari Turkish Airlines sukses membantu seorang ibu melahirkan bayinya dengan selamat.

Tak lama setelah mendarat di Burkina Faso, si ibu dan bayi yang akhirnya diberi nama Kadiju itu langsung dibawa ke rumah sakit.

Tak hanya pramugrari, para penumpang pun terlibat dalam proses kelahiran ini. Meski dikabarkan sempat mengalami kelelahan, keduanya kini dalam kondisi yang sanga baik.

Untuk diketahui, Pesawat Boeing 737 milik Turkish Airlines ini terbang dari Conakry, Guinea, menuju Istambul, Turki, melalui Ouagadougou, Burkina Faso.

“Awak kabin memperhatikan bahwa seorang perempuan bernama Nafi Diaby, masuk ke minggu 28 usia kehamilan. Ia sedang merasakan kesakitan,” begitu bunyi informasi yang terdengar di kabin Turkish Airlines itu.

Tak lama kemudian, para awak kabin itu langsung bertindak cepat. Tak hanya itu, para penumpang pun ikut membantu proses kehamilan yang berlangsung di tengah penerbangan ini.

Sekadar informasi, beberapa maskapai mengizinkan perempuan yang sedang mengandung hingga pekan ke-36 kehamilan untuk terbang.

Meski demikian, maskapai juga memberi syarat: surat pernyataan dari dokter, setidaknya sejak pekan ke-28 kehamilan. Surat keterangan itu juga harus memaparkan kapan kira-kira waktu kelahiran si jabang bayi.

Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help