Kelotok Kalah Cepat, Tim Gabungan Gagal Temukan Penyetrum Ikan di Daha Selatan

Giat gabungan penertiban penyetrum ikan di kawasan rawa desa Muning Baru Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan kembali tidak membuahkan hasil.

Kelotok Kalah Cepat, Tim Gabungan Gagal Temukan Penyetrum Ikan di Daha Selatan
Istimewa/aprianto
Razia penyetrum ikan di kawasan Kandangan HSS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Giat gabungan penertiban penyetrum ikan di kawasan rawa desa Muning Baru Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan kembali tidak membuahkan hasil.

Penyisiran yang dilakukan, Selasa (11/4) Pukul 23.00 wita hingga Rabu Pagi (12/4) Pukul 1.30 Wita masih terkendala dengan perahu yang kalah cepat dengan para penyetrum.

Giat gabungan sendiri melibatkan anggota Polres Hulu Sungai Selatan (HSS), Polsek Daha Selatan, Dinas Perikanan HSS, Satpol PP, Polairud serta masyarakat dengan jumlah personil 30 orang melaksanakan patroli air.

Giat yang dipimpin langsung oleh Kapolsel Daha Selatan IPDA I Putu Suardika. Transportasi yang digunakan yakni jenis kapal kecil atau Cis yang berjumlah 15 perahu milik masyarakat.

Petugas melakukan penyisiran untuk menemukan kelompok penyetrum yang diduga melakukan aksi penyetruman yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perikanan.

Saat bermula melakukan penyisiran sekitar 30 menit, petugas gabungan sempat mendapati kelompok penyetruman.

Berdasarkan pengamatan dari sinar lampu kelompok penyetrum diduga berjumlah puluhan orang. Petugas mencoba mengejar tapi karena keterbatasan perahu sehingga para penyetrum menghilang di kegelapan malam.

Sebagian aparat mencoba menyisir kelompok penyetrum yang terpisah dari kawanannya.

Kapolres HSS AKBP Sukendar Eka Ristiyan Putra melalui Kasubbag Humasnya AKP Agus Winartono membenarkan telah dilakukannya giat patroli air di kawasan desa Muning Baru.

"Giat gabungan itu bertujuan untuk mengantisipasi aksi penyetruman ikan dan meminimalisir para penyetrum ikan," katanya, Rabu, (12/4).

Kabid Perikanan tangkap Dinas perikanan HSS Ahmad Fatmadiansyah mengatakan kegiatan razia terkait dengan penanganan pelanggaran ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perikanan.

"Diduga dari sinar lampu, kelompok penyetrum berjumlah puluhan. Aparat mencoba mengejar tapi karena keterbatasan perahu yang kalah cepat, penyetrum bisa melarikan diri," katanya. (*)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved