Berita Internasional

Mengejutkan! Beberapa Tahun Menghilang, Bocah 8 Tahun Jadi Tarzan di Hutan Katerniaghat India

Bocah tarzan ditemukan di hutan Katerniaghat, bagian utara Kota Uttar Pradesh, India, ternyata ada yang mengakuinya.

Mengejutkan! Beberapa Tahun Menghilang, Bocah  8 Tahun Jadi Tarzan di Hutan Katerniaghat India
thesun dari indianexpress,
Bocah tarzan di hutan India 

BANJARMASINPOST.CO.ID, INDIA -  Bocah tarzan yang ditemukan di hutan Katerniaghat, bagian utara Kota Uttar Pradesh, India ternyata ada yang mengakui.

Gadis berusia 8 tahun yang berjalan merangkak, tak bisa berbicara bahasa manusia ini diakui seorang pria bernama Bhullan Ali.

Ali mengaku tarzan perempuan ini sebagai keponakannya yang hilang beberapa tahun lalu, hingga akhirnya ditemukan Maret lalu dengan kondisi yang mengejutkan.

Dilansir thesun dari indianexpress, bocah ini masuk dalam tahap rehabilitasi rumah sakit dan diberi nama Ehasas.

Dia juga masih mendapatkan perawatan, karena memiliki hemoglobin yang rendah.

Pihak rumah sakit enggan menyerahkan Ehasas kepada Ali yang mengaku pamannya, karena tidak cukup bukti.

Presiden NGO yang menjalankan rumah sakit SS Dhapolo mengatakan kepada Indian Express, "Anak ini tidak memberikan respon ketika melihatnya (pamannya)".

"Jika dia benar pamannya, seharusnya ada respon ketika melihatnya. Apalagi sudah mengenal selama delapan tahun".

"Ali juga tak membawa orangtua anak ini, ataupun membawa foto sebagai bukti anggota keluarganya".

"Kami tak akan memberikannya kepada siapapun, tanpa ada bukti tes DNA">

Perwakilan pemerintah setempat, JP Singh mengatakan kepada The Guardian, "Aku pikir keluarganya tahu gadis ini tak bisa bicara. Kemudian meninggalkannya di jalan dekat hutan".

"Meskipun hidup dengan monyet, kemungkinan hanya beberapa hari saja, tidak dalam waktu lama".

Dr Ranjana Kumari menambahkan, "Kenyataannya keluarga anak ini tak ingin merawatnya".

"Beberapa keluarga di India juga masih memandang rendah anak perempuan ketimbang anak laki-laki. Mereka memilih melepaskannya daripada menghabiskan banyak uang untuk merawatnya".

Penulis: Restudia
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help