NEWS VIDEO

Calon Anggota Satpol PP HST Wajib Masuk Latihan Militer di Rindam VI Mulawarman

Sebanyak 144 calon anggota Satpol PP lulus seleksi pegawai kontrak daerah wajib mengikuti latihan militer di Rindam VI Mulawarman

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Penambahan personel anggota Satpol PP akhirnya diarealisasikan pemerintah kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Sebanyak 144 calon anggota Satpol PP yang lulus seleksi melalui penerimaan pegawai kontrak daerah beberapa waktu lalu tersebut, dikumpulkan untuk menerima pengarahan dari Kasatpol PP dan komandam kompi yang juga koordinator pelatihan, Rabu (12/4/2017).

Selain menerima pengarahan tentang tugas-tugas polisi pamong praja, mereka juga wajib menandatangani kontrak, bersedia dikirim ke Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) VI Mulawarman, di Landasan Ulin, Banjarbaru untuk mengikuti pelatihan kemiliteran.

“Jika mengundurkan diri setelah penandatanganan kontrak, mereka dikenakan denda Rp 4 juta per orang,”jelas Supian Hendratno, Sekretaris Dinas Satpol PP yang juga Kabi Penegakkan Perda.

Disebutkan, anggota yang lulus seleksi administrasi dan tes fisik tersebut, jika bersedia menandatangani perjanjian, akan mengikuti pelatihan semi militer selama 15 hari. Selanjutnya, ditugaskan untuk operasional lapangan, serta tenaga administrasi. Sebelum dibawa ke Rindam, mereka dilatih terlebih dahulu.

“Mulai hari ini sampai tanggal 18 dilatih jiwakorsa kebersamaan dan disiplin, hingga orientasi tugas Satpol PP di lapangan. Selanjutnya, baru dilepas Bupati HST, untuk menjali pelatihan militer,”jelas Kapten Barep, anggota TNI yang diperbantukan Pemkab HST di Satpol PP sebagai komandan kompi. Menurut Barep, pelatihan kemiliteran di Rindam, sangat penting bagi anggota Satpol PP karena selain melatif fisik, juga melatih mental mereka, saat bertugas di lapangan nanti.

Dijelaskan, berdasarkan hasil seleksi, ada 144 orang yang dinyatakan lulus, dan mereka rata-rata berpendidikan sarjana. Hanya beberapa orang yang berpendidikan SMA. Dari 144 orang tersebut, dua orang di antaranya dicoret atau diusulkan dibatalkan kelulusannya, karena melanggar disiplin.

"Satu orang datang terlambat, dan tidak menunjukkan attitude yang baik. Satu orang lagi tidak hadir saat dipanggil untuk menghadiri pengarahan,”jelas Barep.

Sementara itu, Yazerin, salah satu anggota Satpol PP yang lulus seleksi menyatakan siap menjalani pelantihan kemiliteran, sebagai bekal menjalankan tugas nanti. Lulusan Fakultas Hukum Uniska Banjarmasin ini menyatakan, sekalipun nanti menjalani latihan fisik yang berat, tidak masalah.

“Ini kesempatan berharga juga bagi saya untuk menambah wawasan dan pengalaman. Tentunya sangat berguna bagi kami, yang baru bergabung Satpol PP,”kata warga Desa Paya, Kecamatan Batangalai Selatan ini. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help