Tak Perlu Takut Makan Mi Instan, Asal Tahu Cara Pintar untuk Mengonsumsinya

Ada sebagian orang berpendapat sering mengonsumsi mi instan bisa merugikan kesehatan.

Tak Perlu Takut Makan Mi Instan, Asal Tahu Cara Pintar untuk Mengonsumsinya
Shutterstock
mie instan 

BANJARMASINPOST.CO.ID – Ada sebagian orang berpendapat sering mengonsumsi mi instan bisa merugikan kesehatan. Menurut dr. Mohammad Caesario, pendapat ini tidak sepenuhnya benar, juga tidak sepenuhnya salah. Kalau dikonsumsi secara wajar, mi isntan tidak berbahaya. Ia dapat merugikan kesehatan bila dikonsumsi secara berlebihan.

Bagaimana pun mi instan punya kelebihan yang berguna. Makanan ini murah, penyiapannya juga mudah dan praktis. Bisa menjadi pilihan di saat darurat. Tidak mudah menentukan batas antara konsumsi yang wajar dan berlebihan. Yang pasti anjuran umum dalam mengonsumsi makanan; usahakan bervariasi. Jadi sebaiknya jangan makan mi instan setiap hari.

Mi instan yang kita jumpai di pasaran merupakan produk yang sudah mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bila diperhatikan dengan teliti pada kemasannya, di sana terdapat pesan yang disampaikan secara tersirat.

Terlihat sebuah mangkuk atau piring yang berisi mi dengan lauk pauk lainnya, seperti sayuran. Pesannya kira-kira begini; “Akan lebih baik kalau Anda mengonsumsi mi ini ditambah dengan sumber protein lain dan serat.”

Pesan ini penting karena memang komposisi nutrisi mi instan tidak seimbang. Sebagian besar kandungannya adalah karbohidrat yang berasal dari tepung terigu, sedangkan kandungan serat dan proteinnya sangat kecil.

Serat hanya sekitar 2 – 3 g per kemasan. Protein hanya sekitar 7 – 9 g per kemasan. Mi instan bisa menjadi makanan dengan gizi yang seimbang bila dikonsumsi dengan tambahan, katakanlah telur rebus, sayuran seperti sawi hijau, daun bawang, dan irisan tomat.

Kandungan lain yang cukup dominan di dalam mi instan adalah mineral di dalam bumbunya, terutama natrium. Pada kemasannya natrium mungkin tertulis sebagai sodium.

Umumnya berbentuk garam, penguat rasa monosodium glutamate (MSG), dan pengawet natrium benzoate. Kandungan natrium per kemasan terhitung cukup tinggi, mencapai sekitar 700 – 1.000 mg.

Sebetulnya natrium termasuk mineral yang vital untuk kelangsungan metabolisme tubuh kita. Namun bila terlalu banyak dikonsumsi, mineral itu justru merugikan kesehatan sebab bisa meningkatkan tekanan darah, menimbulkan hipertensi, gangguan denyut jantung, hingga akumulasi cairan yang bisa menyebabkan bengkak pada organ-organ vital, salah satunya otak.

Kandungan lain mi instan yang tidak boleh dilupakan adalah zat-zat aditif (tambahan), seperti pengawet, pewarna, perasa, pengental, dan sejenisnya. Bahan-bahan tambahan ini harus kita waspadai.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved