Berita Banjar

Pengolah Kecambah Ini Risau Akibat Kualitas Air Sungai Martapura Terus Menurun

Selama beberapa tahun ini, perajin kecambah yang mengolah produknya dialiran Sungai Martapura di Desa Pekauman Ulu itu risau.

Pengolah Kecambah Ini Risau Akibat Kualitas Air Sungai Martapura Terus Menurun
Banjarmasin Post Group/Hari Widodo
Perajin kecambah sedang mengolah produknya di aliran Sungai Martapura Desa Pekauman Ulu, Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST. CO. ID, MARTAPURA - Mengolah kecambah sangat bergantung dengan air. Selama dua hari, Rivani (34) dan Ribhan (33) harus rutin setiap satu hingga dua jam sekali menyiram biji kacang hijau yang disimpan di dalam kotak kayu.

Tujuannya, untuk menjaga kelembaban dari biji-biji di dalam kotak tersebut.

Selama beberapa tahun ini, perajin kecambah yang mengolah produknya dialiran Sungai Martapura di Desa Pekauman Ulu itu risau karena kualitas air Sungai Martapura terus menurun.

Menurutnya, dahulu, air sungai Martapura masih jernih sehingga kecambah olahan mereka juga lebih cepat tumbuh dan renyah. Sekarang ini, hampir setiap hari airnya keruh.

Dengan kualitas air seperti ini, kecambah yang mereka olah juga menjadi lambat pertumbuhnnya. Kulit kacabg hijau, juga menempel kuat pada kecambah.

Dia pun risau, jika ini terus terjadi tidak lagi bisa mengolahnya di sungai.

"Mungkin, nanti terpaksa menggunakan air sumur," katanya. (*)

Penulis: Hari Widodo
Editor: Muhammad Yamani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help