Berita Regional

Satu Keluarga Tertembak Dalam Mobil Terobos Razia di Lubuklinggau, Wakapolres Komentar Seperti ini

Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Andi Kumara ‎enggan berkomentar banyak terkait insiden penembakkan kenai satu keluarga dalam mobil yang terobos razia

Satu Keluarga Tertembak Dalam Mobil Terobos Razia di Lubuklinggau, Wakapolres Komentar Seperti ini
(TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS)
Mobil ditembaki 

Namun korban yang saat itu ketakutan tidak berani keluar dari dalam mobil.

Para petugas yang mencurigai langsung berupaya mengeluarkan korban secara paksa dari dalam mobil.

Namun korban tetap bertahan di dalam mobil hingga petugas terpaksa memecahkan kaca mobil.

Dan mengeluarkan para korban secara satu persatu.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut sontak langsung berkumpul untuk melihat apa yang terjadi.

Bahkan mereka yang menyaksikan kejadian tersebut sempat mengatakan jika aksi penghentian kendaraan tersebut mirip film action Fast and Furious.

"Mobil berhenti samping bank mandiri, dekat parkir, sudah dalam keadaan terkepung dan terpepet, kemudian petugas yang sempat mengejar nembak dua kali, kami tidak tahu apa yang ada di dalam," ungkapnya Iqbal warga setempat.

Usai ditembak, petugas memaksa para korban untuk keluar, pertama yang keluar adalah sang sopir.

Namun saat diperiksa, petugas mendaptkan kenyataan yang mengejutkan. Ternyata di dalam mobil ada banyak orang.

Ketika dibuka pintu belakang ada tiga orang diantaranya pria paruh baya, Ibu tua yang tertembak dan satu pria dan anak-anak.

"Di bagian depan kakek satu orang dan anak-anak satu dan seorang sopir, jumlahnya 7 orang. Yang kena tembak bapak-bapak bagian belakang, termasuk ibu-ibu tua itu kena tembak, dan anak-anak itu tembus bagian kepala, kami lihat itu waktu mereka dibawa keluar," ungkapnya.

Setelah semua orang diturunkan, kakek dan satu orang sopirnya langsung dibawa petugas, sementara lima orang lainnya langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan pertama.

"Tapi ibu-ibu itu tidak bergerak lagi apa karena sudah meninggal dan atau pingsan saat dibawa ke Rumah sakit Siti Aisyah kota Lubuklinggau, karena badannya penuh luka dan keluar dari badannya," ujarnya

Sementara Purwanto (48) adik dari Surini saat dibincangi oleh awak media menuturkan jika ia tidak mengetahui pasti kapan Surini bersama dengan anak-anaknya bilang kemarin mau nyumbang ke Muara Beliti,

Tiba-tiba dapat kabar kalau mereka semua sudah berada di rumah sakit, karena kecelakaan.

"Dapat kabar itu saya langsung kesini, saya kaget melihat ayuk saya sudah meninggal, sementara yang lainnya mengalami luka tembak,"

"Saya tanya pada Diki sopirnya kenapa kamu ditembak, Diki bilang kita dibilang nerobos," ucapnya saat dijumpai di rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau.

Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved