Waspada Rabies, 2017 Sudah 5 Orang Yang Digigit Anjing

Dua kecamatan di Kabupaten Balangan yakni kecamatan Halong dan Tebing Tinggi masih rawan terhadap virus gigitan anjing gila (rabies).

Waspada Rabies, 2017 Sudah 5 Orang Yang Digigit Anjing
IST via tribun pontianak
Ilustrasi- Petugas Distanak Ketapang memberi vaksin antirabies terhadap anjing peliharaan di Kecamatan Marau, belum lama ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Dua kecamatan di Kabupaten Balangan yakni kecamatan Halong dan Tebing Tinggi masih rawan terhadap virus gigitan anjing gila (rabies). Pasalnya dua daerah ini untuk keberadaan anjing gila masih banyak, apalagi dihutan.

Kasi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Abdullah Majidi mengungkapkan, virus rabies tak hanya ada di anjing gila, tetapi juga pada hewan seperti kucing dan kera juga berpotensi memunculkan virus ini.

"Selama ini pemahaman masyarakat virus rabies itu hanya ada di anjing gila, padahal tidak, ini mestinya juga harus diketahui oleh masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selama tahun 2015 lalu di Kabupaten Balangan terjadi 14 kasus gigitan yakni 13 gigitan anjing dan 1 gigitan kucing, dimana dua kecamatan yang telah disebutkan diatas paling banyak terjadi.

Sementara itu di 2016 juga kembali terjadi, namun mulai berkurang, malah gigitan kucing yang bertambah yakni 4 gigitan anjing dan 5 gigitan kucing, sedangkan 2017 mula januari hingga bulan maret ada 5 gigitan anjing

"Kami selalu aktif, begitu ada kejadian selalu berkordinasi, minimal orang yang terkena gigitan segera ditangani di puskesmas terdekat," katanya.

Menurutnya beberapa tahun terakhir ini tidak ada kasus yang positif misalnya ada yang meninggal, karena masyarakat saat ini sudah mulai sadar jika terinfeksi rabies langsung ditangani.

"Kami mengimbau jika masyarakat tergigit anjing segera lukanya dibersihkan atau langsung ke puskesmas terdekat karena di puskesmas sudah tersedia vaksin anti rabies," ujarnya.

Adapun menurutnya, keadaan yang sangat rawan anjing liar adalah pada musim hujan kemudian saat musim kawin. "Berhati-hati ai bila ke hutan," himbaunya. (*)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved