Berita Banjarbaru

PLN Lakukan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca

PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN Kalselteng) bekerjasama dengan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca,

PLN Lakukan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca
Humas PLN Wilayah Kalselteng
Pesawat Cassa 212-200 bersiap tinggal landas melakukan hujan buatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN Kalselteng) bekerjasama dengan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Posko TMC Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Selasa (18/4).

Teknologi Modifikasi Cuaca atau yang lebih dikenal dengan istilah awam sebagai Hujan Buatan, dilakukan PLN Kalselteng sebagai upaya antisipasi terjadinya Fenomena El-Nino yang diprediksi lembaga riset dan badan meteorologi dunia terjadi pada pertengahan 2017.

"Lembaga riset dunia memprediksi Fenomena El-Nino di 2017 ini mengalami peningkatan, meskipun tenaganya lemah, dampaknya dapat menyebabkan curah hujan berkurang, sehingga pasokan air untuk Waduk Riam Kanan perlu diantisipasi agar tidak berpengaruh pada pola operasi PLTA Ir. PM Noor," jelas Kepala Bidang Pelayanan Teknologi BB-TMC, Drs. Sutrisno, MSc.

Manajer PLN Sektor Barito, Hariyono dalam keterangannya, menjelaskan, upaya TMC ini dilakukan PLN Kalselteng sebagai upaya untuk meningkatkan curah hujan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Riam Kanan agar tinggi Duga Muka Air (DMA) Waduk Riam Kanan tetap dalam parameter normal.

"Meskipun PLTMG Bangkanai sudah masuk sistem, dan sistem Kelistrikan Kalselteng sudah surplus, akan tetapi upaya TMC ini kita lakukan guna menjaga pasokan daya listrik khususnya dari PLTA terus stabil," jelas dia.

Hariyono menambahkan, TMC ini dilakukan selain untuk menjaga pasokan air untuk menggerakkan turbin PLTA, upaya ini juga tentunya sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar waduk.

"TMC ini kami lakukan tidak serta merta hanya untuk kepentingan perusahaan, ini juga akan berdampak pada kebutuhan air bagi PDAM, masyarakat dan petani yang membutuhkan air sebagai roda kehidupan mereka," tambahnya

Teknologi Modifikasi Cuaca ini dilakukan dengan cara penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan senyawa Natrium Klorida (NaCl) pada garam yang dicampur dengan senyawa lainnya dan ditaburkan di atas awan yang berpotensi memiliki air yang banyak di sekitar DAS Riam Kanan menggunakan pesawat CASA 212-200 milik PT Pelita Air Sevice.

TMC ini rencananya akan dilakukan selama 28 hari ke depan, dengan harapan agar curah hujan yang sudah berpeluang terbentuk secara alami dapat dikondisikan agar jatuhnya tepat didalam catchment area waduk Riam Kanan dan dengan durasi hujan yang lebih panjang sehingga dapat mengatasi kemungkinan defisit pasokan air waduk akibat fenomena El-Nino sekaligus megantisipasi musim kemarau 2017.

Penulis: Sofyar Redhani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help