Home »

Video

NEWS VIDEO

Polres Tabalong Mulai Terapkan E-Tilang

Penerapan Elektronik Tilang (E-Tilang) terhadap pengendara yang melakukan pelangaran kini sudah dilakukan jajaran Satlantas Polres Tabalong.

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Penerapan Elektronik Tilang (E-Tilang) terhadap pengendara yang melakukan pelangaran kini sudah dilakukan jajaran Satlantas Polres Tabalong.

Pengendara yang terjaring karena melakukan pelanggaran berlalulintas pun tak perlu lagi repot untuk menghadiri sidang.

Mereka bisa langsung bayar ditempat dengan cara menggesek ATM atau pun bayar tunai melalui bank sesuai denda yang telah dimunculkan dalam aplikasi E-Tilang.

Kapolres Tabalong AKBP Hardiono melalui Kasatlantas AKP Faisal Amri Nasution, menyampaikan, pihaknya sudah sejak 10 April lalu menerapkan E Tilang.

"Ini untuk mudahkan pelayanan kepada masyarakat yang melanggar, memangkas birokrasi yang terkesan larut dan lama," katanya.

Dengan E-Tilang prosesnya bisa dipangkas, selain itu juga untuk meminimalisir kesempatan atau peluang untuk terjadinya pungli.

Soalnya, dengan E-Tilang ini proses yang dilakukan sangat cepat dan pembayaran denda bisa dilakukan di tempat atau bank-bank yang ditunjuk pemerintah.

"Bila punya ATM maka bisa menggunakan mesin EDB bisa langsung gesek untuk membayar denda," katanya.

Setelah denda ditransfer dan ada buktinya, maka barang bukti yang disita bisa dikembalikan setelah bukti transfer diserahkan ke petugas.

"Untuk besaran dendanya bervariasi sesuai kesepakatan dengan pengadilan dna kejaksaan. Sudah ada tabelnya untuk denda, tapi tidak sampai sejumlah denda maksimalnya," jelasnya.

Ditegaskannya juga, meski dengan adanya E-Tilang memudahkan pelayanan tetapi bukan berarti tujuannya untuk memudahkan melakukan pelanggaran.

"Kita berharap malah masyarakat terbangun disiplinnya untuk tidak lagi melakukan pelanggaran," tegasnya.

Sementara itu, salah satu pengendara yang dilayani dengan E-Tilang, Syamsu Rizal, mengatakan, sangat terbantu dengan sistem yang ada.

"Kita merasa dimudahkan karena tidak lagi perlu ikut sidang, saya tadi bayarnya pakai ATM sebesar Rp. 50 ribu," katanya yang terbukti melakukan pelanggaran tidak memiliki SIM C.

Barang bukti berupa STNK yang sempat ditahan petugas saat dirinya terjaring razia, juga bisa langsung diambil setelah denda ditransfer. (*)

Penulis: Dony Usman
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help