BanjarmasinPost/

Jendela Dunia

Ini yang Dilakukan Trump dan Abbas saat Bertemu di Gedung Putih

"Kedua pemimpin akan menggunakan kesempatan ini untuk meneguhkan kembali komitmen mencari solusi"

Ini yang Dilakukan Trump dan Abbas saat Bertemu di Gedung Putih
Associated Press
Pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas, akan menemui Presiden AS, Donald Trump, di Washington DC, AS, pada 3 Mei 2017. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akan menerima pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas, di Gedung Putih pada 3 Mei mendatang.

Abbas berencana akan melakukan kunjungan resminya ke AS, saat itu.

"Kedua pemimpin akan menggunakan kesempatan ini untuk meneguhkan kembali komitmen mencari solusi atas konflik Israel-Palestina," kata juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer, Rabu (19/04).

Spicer juga mengatakan, kerangka besar pertemuan Trump-Abbas adalah upaya menghidupkan kembali proses perdamaian Timur Tengah.

Bagi Trump, ini akan menjadi pertemuannya pertama dengan Mahmoud Abbas, setelah sebelumnya dijalin kontak antara pejabat-pejabat senior AS dan Abbas.

Pembicaraan damai Israel-Palestina sering menemui jalan buntu meski ada upaya intervensi dari Washington, yang terakhir kali dilakukan oleh mantan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry.

Namun Abbas belum lama ini mengatakan Presiden Trump “serius memikirkan solusi atas masalah yang dihadapi Palestina.”

Hal ini ia sampaikan usai bertemu kepala CIA, Mike Pompeo, dan wakil khusus Presiden Trump, Jason Greenblatt, di Ramallah, Tepi Barat.

Trump sudah menerima PM Israel, Benjamin Netanyahu. Usai pertemuan, Trump mengisyaratkan AS tak lagi berkomitmen mendukung solusi dua negara, yang dianggap sebagai “berakhirnya komitmen Washington atas solusi dua negara.”

Tapi Trump juga memperingatkan Israel untuk “menahan diri dalam proyek pembangunan permukiman” di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Pekan lalu Presiden Trump menggelar pertemuan dengan Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, dan Raja Abdullah dari Jordania.(BBCindo)

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help