Home »

Video

NEWS VIDEO

Mau Madu Kalulut Asli, Coba Datangi Tabat Padang Haruyan

Jika Anda ragu-ragu membeli madu asli di pasaran karena sudah diolah atau takut bercampur bahan lain, ada baiknya mencari langsung ke peternak madunya

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Jika Anda ragu-ragu membeli madu asli di pasaran karena sudah diolah atau takut bercampur bahan lain, ada baiknya mencari langsung ke peternak madunya.

Di Hulu Sungai Tengah, Kalsel, tepatnya Desa Tabat Padang, Kecamatan Haruyan, ada pembudidaya yang menjual madu dan dijamin keasliannya atau kemurniannya.

Bahkan, agar pembeli yakin, pemiliknya mempersilakan pembeli melihat proses memanen hingga mengemas dalam botol.

Untuk mencicipinya, pengunjung juga diperbolehkan. Menggunakan sedotan plastik, langsung dari kotak sarang lebahnya.

Muhammad Yani (45), sang pembudidaya, sudah setahun lebih menjalankan usaha ternak madu triguna, yang oleh warga HST disebut kalulut.

Bapak tiga anak ini, memiliki 150 kotak madu, yang dia buat sendiri. Dia membangun sendiri kotak sarang di lahan miliknya, sekitar irigasi desa tersebut.

“Tiap bulan saya memanen 15 sampai 20 liter. Dijual dengan harga Rp 300 ribu per liter,”tuturnya, saat ditemui di pondok (rumah kecil) sekitar peternakan madunya, Kamis (13/4/2017). Yani menjadi pembudidaya madu, sejak akhir 2015.

Sebelumnya, dia seorang petani, yang pernah satu tahun menjadi anggota DPRD HST, sebagai pengganti antarwaktu. Dia mengaku tertarik beternak madu triguna ini, awalnya bukan untuk dijual, tapi untuk konsumsi sendiri, karena istrinya sakit akibat stroke.

Oleh beberapa kerabatnya, istrinya disarankan rajin mengonsumsi madu kalulut tiap hari. “Karena sulit mencari madu kalulut, dan sering tak yakin madu di pasaran asli, saya akhirnya memutuskan beternak sendiri,” tuturnya.

Awalnya, dia membeli sarang kalulut dan lebahnya, dari warga yang sering keluar masuk hutan Meratus di Kecamatan Haruyan. Satu sarang madu beserta lebahnya yang menempel di batang pohon, Rp 50 ribu.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help