NEWS VIDEO

Meratus Etnic Handicraft Berdayakan Keahlian Warga Lokal

Komunitas Meratus Etnic Handicraft (Metha) Kandangan merangkul warga lokal asli HSS untuk membuat kerajinan tangan dari berbagai bahan baku

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Komunitas Meratus Etnic Handicraft (Metha) Kandangan merangkul warga asli Hulu Sungai Selatan (HSS) untuk membuat kerajinan tangan dari berbagai bahan baku.

Metha Kandangan juga memanfaatkan keahlian penduduk lokal yang sudah memiliki keterampilan membuat kerajinan tangan.

Mereka dipoles dari keahlian membuat hasil kerajinan sederhana menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi.

Melimpahnya bahan baku bambu di kawasan loksado dan keterampilan warga loksado membuat kerajinan tangan dimaksimalkan untuk pemerdayaan masyarakat setempat.

Melalui pola kemitraan yang dibangun oleh Dinas tenaga kerja koperasi usaha kecil dan perindustrian HSS dengan dekranasda HSS dibawah arahan Hj Isnainiah Achmad Fikry yang juga selaku isteri Bupati HSS serta bersama komunitas meratus etnic handicraft (Metha) berbagai kerajinan tangan dari bahan baku bambu bisa dibuat.

Dengan pola kemitraan, kemampuan warga Loksado yang bisa membuat anyaman dari bambu diarahkan dengan baik dan lebih terarah.

Ayaman membuat tas, tempat tissu, tempat air minum bisa dibuat dengan baik. Selain itu, juga kerajinan membuat gantungan kunci dari yang bentuknya sederhana sampai memiliki nilai jual yang tinggi.

Untuk kawasan loksado, kemitraan yang dibangun ada di Dusun pantai langsat desa hulu banyu dan Dusun Lok Lahong Kecamatan Loksado.

Hasil kerajinan tangan warga Loksado setiap tahunnya dipamerkan pada ajang Kalsel Expo, Hut Dekranas di Jakarta hingga Kandangan Expo.

Selain itu juga dipasarkan di sejumlah toko, rumah Dekranasda HSS serta di sanggar Metha sendiri. Hasil kerajinan yang laku dijual menjadi tambahan penghasilan bagi warga Loksado.

Pendiri Sanggar Metha Andriyanto Nugroho mengatakan komunitasnya sudah beranggotakan 40 orang. Selain itu juga pola kemitraan dengan masyarakat desa yang memiliki keterampilan.

"Kita memperdayakan masyarakat dengan cara mengarahkan dan mengembangkan keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat," katanya, Selasa, (18/4/2017).

Seperti kemampuan membuat kerajinan tangan seperti tas dan tempat minum. Saat ini bentuknya sudah lebih moderen.

Metha dibentuk sejak Februari 2015 hingga sekarang. Metha juga sudah memiliki sanggar dan showroom yang menampung hasil kerajinan tangan dari olahan warga binaan.

Olahan Metha sendiri tidak hanya dari bambu. Namun juga dari bahan lainnya seperti kayu dan enceng gondok. Termasuk bahan dari limbah kayu.

Bahan kayu disulap menjadi produk rumah banjar, kapal finishi, rumah pohon, tameng dayak dan berbagai aneka kunci khas banua.

"Untuk bahan baku bambu dan kayu ada lebih 20 produk yang dihasilkan. Untuk enceng gondok kita lebih condong dibuat tas, tikar dan pigura," tambahnya. (BANJARMASINPOST.CO.ID/APRIANTO)

Penulis: Aprianto
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help