Insight

Buktikan Wanita Juga Bisa Bekerja di Tambang

Dominasi kaum Adam di industri pertambangan tidak membuat Raisa Kusuma Dewi(25) minder, dia merasa semakin tertantang membuktikan diri.

Buktikan Wanita Juga Bisa Bekerja di Tambang
Istimewa
Raisa Kusuma Dewi 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Dominasi kaum Adam di industri pertambangan tidak membuat Raisa Kusuma Dewi (25) minder, dia merasa semakin tertantang membuktikan diri. Dia pun beranggapan bahwa jika wanita berhasil masuk ke dunia kerja di tambang, bisa dibilang dia akan menjadi lebih tangguh daripada wanita di luar sana.

Untuk membuktikan hal tersebut tidaklah mudah. Setelah lulus dari Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Geofisika-Mipa Fisika pada tahun 2013, dia melamar ke satu perusahaan tambang di Kabupaten Tabalong.

Dia pun berhasil diterima di perusahaan tersebut, akan tetapi saat masa orientasi di sana sempat menjadi momok baginya, dari penyesuaian lingkungan kerja di tambang, banyaknya macam karakter, serta kebiasaan pekerja lain dari seluruh daerah Indonesia, sempat membuat dia kesulitan untuk berbaur.

Gadis kelahiran 21 Juni 1991 ini pun tidak pantang menyerah, dia beranggapan bahwa semua itu harus dilewati karena untuk menyelesaikan suatu proyek atau pekerjaan harus saling mengenal satu sama lain agar terjalin kerja sama yang baik antar pekerja.

Raisa Kusuma Dewi
Raisa Kusuma Dewi ()

Beban pekerjaan yang tinggi dan durasi waktu penyelesaian yang singkat pun terkadang membuatnya harus berkali-kali menghela nafas panjang, akan tetapi kepuasan tersendiri akan hadir saat sudah berhasil menyelesaikan tugas berat tersebut. “Tidak ada kesenangan kalau belum ada kesusahan terlebih dahulu,” tegasnya.

Sudah hampir empat tahun dia berkecimpung di dunia pertambangan, kini dia merasa sudah menemukan keluarga kedua di tempat kerjanya setelah keluarga di rumah. Dia senang karena akhirnya dia sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan dan para pekerja di sana.

Dia pun bersyukur, keluarga keduanya membantu dirinya dalam melakukan pekerjaan dia di tambang, yaitu di bagian Legal(hukum). Orangtuanya di rumah pun mendukung sejak awal karirnya di tambang, bahkan dia mengaku diizinkan walaupun harus ditempatkan di ujung pelosok Indonesia. “Mereka sudah tahu kalau anak mereka ini memiliki jiwa petualang dan juga mereka percaya kalau anaknya ini bisa menjaga diri,” terangnya.

Putri dari pasangan Drs Rapiudin MT dan Uminarti SPd ini pun berhasil membuktikan diri bahwa wanita pun bisa sukses dalam dunia industri pertambangan. Dia pun berharap bisa menjadi lebih baik lagi terutama dalam bekerja dan bisa menjadi contoh bagi adik perempuannya sebagai wanita yang tangguh. (Amirul Yusuf)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help