BanjarmasinPost/

Jelang Akhir Pekan, IHSG Diperkirakan Masih dalam Tekanan, Ini Saham yang Patut Diperhatikan

Analis dari Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memperkirakan rentang pergerakannya berada di level cukup sempit yaitu 5.581-5.616.

Jelang Akhir Pekan, IHSG Diperkirakan Masih dalam Tekanan, Ini Saham yang Patut Diperhatikan
kompas.com
Karyawan melihat di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/11/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) pada perdagangan akhir pekan Jumat (21/4/2017) ini diperkirakan bergerak bervariasi cenderung tertekan.

Analis dari Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memperkirakan rentang pergerakannya berada di level cukup sempit yaitu 5.581-5.616.

“Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya ASII, BBNI, BBTN, MNCN,” kata Lanjar melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com.

Pada penutupan perdagangan Kamis (20/4/2017) kemarin, IHSG ditutup melemah tipis 11,21 poin (0,20 persen) di level 5.595,31 setelah sempat dibuka cukup optimistis di awal sesi perdagangan.

Aksi beli investor asing yang cukup tinggi Rp 1,36 triliun tak kuasa menahan penurunan indeks.

“Sektor properti terjatuh paska Gubernur DKI Jakarta terpilih kontra akan reklamasi, sehingga membuat kepercayaan investor terhadap pembangunan properti di Jakarta menurun,” imbuh Lanjar.

Beruntung, indeks sektor aneka industri menjadi penahan pelemahan dengan menguat 2,1 persen seiring penguatan saham ASII setelah data penjualan mobil naik 7,9 persen dari periode sebelumnya 7,5 persen.

Bursa Asia dan Eropa

Melanjutkan penguatan sebelumnya bursa Asia ditutup mayoritas menguat. Pelemahan Greenback dan terkoreksinya asset haven membuat ekuitas kembali diminati investor.

Harga minyak rebound setelah terjatuh pada hari Rabu dengan bertahan pada level 50,87 dollar AS per barel. Beberapa data ekonomi di China cukup positif dimana industrial productions naik ke level 7,6 persen dari 6,3 persen.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help