BanjarmasinPost/

BPost Edisi cetak

Johanes Beberkan Aliran Dana proyek KTP, Setnov Terima 7 Persen

Direktur PT Java Trade Utama mengaku pernah mendengar dari rekannya Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby mengenai aliran yang ke Setya Novanto.

Johanes Beberkan Aliran Dana proyek KTP, Setnov Terima 7 Persen
dokumen
BPost edisi Jumat (21/4/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Nama Ketua DPR RI Setya Novanto kembali disebut dalam pembagian uang dalam kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP El), di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Johanes Richard Tanjaya, Direktur PT Java Trade Utama mengaku pernah mendengar dari rekannya Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby mengenai aliran yang ke Setya Novanto.

“Apa pernah dapat info dari Bobby, SN Grup dapat 7 persen?” tanya Jaksa KPK Abdul Basir di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (20/4).

Johanes membenarkan pertanyaan jaksa.Selain membenarkan, Johanes membetulkan istilah SN Grup sebenarnya adalah pribadi dan bukan kumpulan. “Mau nggak mau ya Setya Novanto,” kata dia.

Terkait pembagian uang 7 persen kepada Setya Novanto mengenai kebutuhan Rp 200 miliar untuk pembahasan KTP El. Johanes mengatakan Dedi Prijono hendak meminjam uang Rp 200 miliar ke Bank BRI. Dedi Prijono adalah kakak pengusaha Andi Narogong, yang ikut dalam tiga konsorsium lelang KTP El.

Dalam persidangan terungkap, Irvanto Hendra Pambudi, Direktur PT Murakabi Sejahtera, pernah berbicara kepada salah satu rekannya, Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby bahwa biaya yang akan dikeluarkan terkait proyek KTP elektronik sangat besar. Hal itu dikatakan Bobby saat bersaksi.

“Irvan sempat bicara biaya besar banget. Saya tanya berapa besar, 7 persen kata dia. Dia bilang buat Senayan,” kata Bobby kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Kepada jaksa KPK, Johanes menyebut Irvan adalah keponakan dari Ketua DPR Setya Novanto. Johanes mempertegas, biaya 7 persen yang diminta itu adalah bagian untuk Setya Novanto dalam proyek KTP El.

Dalam surat dakwaan, PT Murakabi Sehahtera merupakan salah satu konsorsium yang mengikuti lelang proyek KTP El. Konsorsium Murakabi sengaja dibuat oleh pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai pendamping Konsorsium PNRI yang akan mengerjakan proyek KTP El.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post hari ini, Jumat (21/4/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi Jumat (21/4/2017)
BPost edisi Jumat (21/4/2017) (dokumen)
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help