BanjarmasinPost/
Home »

Video

NEWS VIDEO

Mengunjungi Pendamai, Pionir Kampung Permainan Rakyat di Kota Banjarmasin

Mulai anak-anak hingga orang dewasa berdatangan baik sekadar melihat permainan tradisional maupun bermain, baik dari Gang Pendamai maupun Teluk Dalam.

Dedakuan yang dimainkan Shouma dan kawan-kawan merupakan hasil karya Atif, Ismail, Madi dan Andi.
"Sekarang ini daku yang dijual di pasaran terbuat dari plastik. Kami bikin sendiri bersama teman-teman," kata Atif, warga Gang Pendamai.

Mereka pun mencari kayu ketapang dan dibikin dedakuan dengan bentuk menyerupai jukung dan bulat.
"Kami membuat dedakuan ini selama seminggu. Kalau yang asli kaya bahari, terbuat dari kayu ulin dan berbentuk naga," timpal Ismail.

Tak mau kalah dengan anak-anak, para orang dewasa juga asyik memainkan permainan tradisional balewang. Permainan ini diawali Madi dan Atif serta Heri dan Hendra maupun Mail, Supian bepingsut (suit).

Siapa yang kalah, menggendong rekannya sambil melempar kayu kotak sebagai undas ke garis sudah ditentukan. Bila saat melempar undas tidak sekilan, sambil jalan menggendong mengambil undas tadi untuk dilempar kembali hingga dapat sekilan supaya menang.

Permainan tradisional mulai digalakkan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Ini ditandai dengan adanya pembukaan kampung permainan tradisional di Alalak Utara, Banjarmasin Utara, Minggu tadi. Pekan sebelumnya warga tergabung dalam Olahraga Bina Masyarakat Alalak Utara (Orbinaltra) diketuai Wahidah Ony, juga memainkan permainan tradisional macam egrang, dakuan, asinan, bakuntau, balogo, hingga tali ulai di halaman SD Alalak Utara 3.

Sebenarnya, kampung permainan tradisional pertama atau pionir di Kota Banjarmasin berada di Gang Pendamai ini. Ketua Komunitas Permainan Tradisional Pendamai Teluk Tiram, Muhammad Suryani mengatakan, awalnya ide mendirikan komunitas melihat anak-anak dan cucunya sendiri sekarang asyik bermain game di ponsel.

"Saya tanya sama cucu-cucu saya tentang permainan tradisional, banyak tak mengetahuinya. Saya pun terketuk hati hingga akhirnya mendirikan kampung permainan tradisional ini," cerita Suryani yang juga Ketua Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Pendamai ini.

Dia bersyukur, masyarakat di sekitar sangat mendukung, tak hanya anak-anak juga orangtuanya ikut bermain dan memberi contoh cara mainnya. "Selain mengenalkan ke anak-anak, kami juga ingin melestarikan permainan tradisional ini agar jangan sampai punah akibat tergerus permainan modern seperti gadget dan play station," katany diiyakan Hj Siti Nursiah, salah satu pencetus ide Kampung Permainan Tradisional Pendamai sekaligus Wakil Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Banjarmasin.

Terpisah, Ketua FORMI Banjarmasin, Hj Titien Roesmiaty Imran mengatakan, pihaknya selalu keliling memantau setiap event permainan tradisional.

“Ini juga menjelang persiapan Porda dan Pormas FORMI di Banjarmasin,” kata Hj Titien didampingi Sekretaris FORMI Banjarmasin, Yenny Frida Luntungan.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help