Banjarmasin Post Edisi Cetak

BKSDA Kalsel Siap Kawal Pembentukan Kawasan Konservasi 1.000 Hektare di HSU

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalsel Lukito Andi mengamini soal usulan pembentukan kawasan konservasi hutan seluas 1.000 hektare di HSU.

BKSDA Kalsel Siap Kawal Pembentukan Kawasan Konservasi 1.000 Hektare di HSU
Banjarmasin Post Edisi Cetak 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalsel Lukito Andi mengamini soal usulan pembentukan kawasan konservasi hutan seluas 1.000 hektare di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

“Saya ada mendengar usulan itu, tapi belum melihat suratnya. Jika berniat, segera Pemkab HSU bersurat ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jika asalnya Areal Penggunaan Lain (APL). Jika asalnya merupakan Hutan Produksi yang dapat di Konversi (HPK), Hutan Produksi (HP) atau Hutan Lindung (HL) maka Pemprov Kalsel yang harus usul ke kementerian,” ujarnya, Jumat (21/4).

Pihaknya siap mengawal jika memang sudah ada langkah tersebut. Intinya, sebut Lukito, nanti ditelusuri sampai dimana usulan itu. Dan, daerah harus siap menanganinya.

“Jika ada usulan akan dikawal ke kementerian, dan daerah siap kelola kawasan konservasi jika nanti disetujui untuk pelestarian satwa orangutan dan bekantan, apalagi pemprov sedang bentuk tim konservasi orang­utan dan bekantan,” ungkapnya.

Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel mengklaim sudah menginvetarisasi data data terkait kehutanan yang masuk dalam ranah kerja wilayahnya. Namun terkait konservasi dilakukan di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel. Menurut Rahmadin, Sekretaris Dinas Kehutanan Kalsel, di Kalsel sudah terpetakan 11 kawasan terdiri atas Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL).

Berdasar SK Menteri Kehutanan Nomor 78/Menhut nomor-11/2010 ada empat daerah kawasan masuk KPHL, yakni Sengayam dan Balangan, HSS serta HST. Sedangkan untuk KPHP berada di tujuh wilayah yakni, Kabupaten Banjar, Cantung, Pulaulaut dan Pulau Sebuku, Tabalong Kanan, Tabalongkiwa, Tanahbumbu dan Tanahlaut.

“Ada tiga kategori luasan Hutan Lindung, Hutan Produksi Terbatas, Hutan Produksi. Paling besar yakni di Tanahbumbu seluas kurang lebih 262.921 hektarare disusul 207.635 hektare di kawasan Cantung,” urai Rahmadin.

Adapun kepala BP DAS HL Batiro, Zainal menjelaskan, ada banyak kegiatan KPHL yang sudah dilakukan fasilitasi oleh BPDAS HL Barito. “Progresnya saat ini mulai dilakukan evaluasi,” kata menambahkan. (lis/kur)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved