Banjarmasin Post Edisi Cetak

Ibnu Sina Galakkan Permainan Tradisional, Shouma Kini Ketagihan Badakuan

Ini ditandai dengan pembukaan kampung permainan tradisional di Kelurahan Alalak Utara Kecamatan Banjarmasin Utara, Minggu lalu.

Ibnu Sina Galakkan Permainan Tradisional, Shouma Kini Ketagihan Badakuan
Metro Banjar Edisi Cetak 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Permainan tradisional makin digalakkan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Ini ditandai dengan pembukaan kampung permainan tradisional di Kelurahan Alalak Utara Kecamatan Banjarmasin Utara, Minggu lalu.

Pekan sebelumnya, warga yang bergabung dalam Olahraga Bina Masyarakat Alalak Utara (Orbinaltra) binaan Wahidah Ony, memainkan permainan tradisional seperti egrang, dakuan, asinan, bakuntau, balogo dan tali ulai di halaman SD Alalak Utara 3.

Ini bukan kampung permainan tradisional pertama di Banjarmasin. Sebelumnya ada Gang Pendamai di Jalan Teluk Tiram Darat Kelurahan Telawang Kecamatan Banjarmasin Barat.

Di tempat ini ada Komunitas Permainan Tradisional Pendamai sejak Oktober 2016.

Ide digalakkannya permainan tradisional di Banjarmasin berasal dari kegiatan di kampung ini. Hampir tiap Minggu atau tanggal merah ada permainan tradisional.

Memasuki kawasan ini, kita langsung disambut gapura kayu bertuliskan Selamat Datang di Kampung Permainan Tradisional Kalimantan Selatan Pendamai. Ada logo rumah Banjar bubungan tinggi pula di dekat tulisan itu.

“Sebenarnya acara peresmian kampung tradisional di tempat ini. Berhubung ada beberapa tempat acara perkawinan, akhirnya dipindah,” kata Hj Siti Nursiah, salah satu pencetus ide Kampung Permainan Tradisional Pendamai.

Nursiah, yang juga Wakil Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Banjarmasin, mengatakan mereka rutin menggelar permainan tradisional. Kegiatan ini tak hanya melibatkan anak-anak Gang Pendamai tetapi juga Teluk Tiram.

Garis-garis mainan asinan yang warna-warni terlihat mulai buram karena sering dipakai. Di sana juga terdapat logo dari batok kelapa yang dicat warna-warni hingga menarik.

Begitu juga gasing, catuk (pemukul) kepala haruan dan lain-lainnya juga dicat dengan aneka warna supaya anak-anak tertarik.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved