Berita Hulu Sungai Selatan

Sempat Viral di Medsos, Nenek Mardiah Dibawa ke Rumah Anaknya

Evakuasi langsung dilakukan. Mardiah pun langsung dibawa kembali ke rumah anaknya yang berada di Desa Malinau.

Sempat Viral di Medsos, Nenek Mardiah Dibawa ke Rumah Anaknya
Istimewa
Proses evakuasi Nenek Mardiah dibawa ke rumah anaknya di Desa Malinau.

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kabar terlantarnya Nenek Mardiah yang tersebar di media sosial langsung ditanggapi serius oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Minggu (23/4/2017), langsung dilakukan pengecekan terhadap Nenek Mardiah yang dikabarkan tinggal di hutan, kawasan Desa Malinau, Kecamatan Loksado.

Pengecekan dilakukan oleh Dinas Sosial HSS, camat Loksado, aparat desa Malinau, hingga anggota Tagana dengan langsung mendatangi lokasi Nenek Mardiah yang berjarak tiga kilometer dari Desa Malinau.

Evakuasi langsung dilakukan. Mardiah pun langsung dibawa kembali ke rumah anaknya yang berada di Desa Malinau.

Kadis Sosial HSS, St Erma mengatakan, setelah mendapatkan informasi adanya warga HSS yang kondisi memprihatinkan langsung melakukan tindakan.

"Alhamdulillah, nenek Mardiah sudah di antar ke rumah anaknya. Mudahan sidin nyaman di sana," katanya, Minggu (23/4/2017).

Pihaknya juga sudah memberikan bantuan sembako dan pakaian layak pakai. Untuk penanganan sementara, pihaknya telah memberikan bantuan berupa sembako, selimut, pakaian dan kelengkapan harian lainnya.

Setelah proses evakuasi aparat desa juga langsung melakukan koordinasi, sehingga nenek Mardiah akan diikutkan dalam beberapa program bantuan.

Namun karena Mardian belum termasuk warga HSS dan belum memiliki identitas resmi di HSS, maka akan segera dilengkapi persyaratannya.

Sekadar diketahui, Nenek Mardiah sendiri awalnya tinggal di daerah 42, Kabupaten Tanahbumbu dan sudah sekitar sebulan lalu diantar oleh menantu untuk tinggal bersama anaknya yang bernama Sasi, warga RT 2 Desa Malinau.

Sayang, kedatangan nenek Mardiah tidak dilaporkan ke aparat desa sehingga tidak ada yang mengetahui kalau nenek Mardiah telah tinggal di desa Malinau bersama Sasi anaknya dalam pondok di hutan yang cukup jauh dari kampung.

Sasi sendiri sebenarnya memiliki rumah permanen hasil bantuan relokasi banjir dari Pemkab HSS. Namun, karena masalah ekonomi rumah tersebut tergadai dan akhirnya mereka tinggal di pondok yang berjarak sekitar tiga kilometer dari kampung.

Penulis: Aprianto
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved