Metro Banjar Edisi Cetak

Keluarga di Amuntai Ini Menolak Jasad Rafik Diautopsi

Dalam waktu singkat kegegeran itu berubah menjadi kedukaan. Pasalnya sesosok mayat itu adalah warga mereka sendiri

Keluarga di Amuntai Ini Menolak Jasad Rafik Diautopsi
Istimewa
Metro Banjar edisi Senin (24/4/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Teriakan Intan membuat warga Desa Bitin Kecamatan Danau Panggang, Amuntai, geger. Perempuan berusia 35 tahun ini melihat sesosok mayat tertelungkup mengapung di sungai, Minggu (23/4).

Dalam waktu singkat kegegeran itu berubah menjadi kedukaan. Pasalnya sesosok mayat itu adalah warga mereka sendiri, yakni Rafik Rahman (10). Jasad Rafik, yang ditemukan di depan rumah orangtuanya, langsung dibawa ke RSUD Pambalah Batung untuk dilakukan visum.

“Hasil visum tidak ditemukan bekas luka sedikitpun di tubuh korban. Korban juga tidak membengkak dan perutnya juga tidak kembung,” kata Kapolsek Danau Panggang Ipda Samsudi.

Korban sendiri, kata Samsudi, bisa renang. “Kami belum tahu, mengapa korban bisa tewas mengapung di sungai,” ujarnya.

Samsudi mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga korban. "Kemungkinan sementara korban tergelincir dan jatuh ke sungai hingga tenggelam. Pihak keluarga menolak korban diautopsi," ujarnya.

Selengkapnya baca harian Metro Banjar, Senin (24/4/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id/metro

Metro Banjar edisi Senin (24/4/2017)
Metro Banjar edisi Senin (24/4/2017) (istimewa)
Editor: Didik Trio
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help