BanjarmasinPost/

Kuliner

Mau Mencicipi Swike Purwodadi? Tapi Jangan Kaget Menunya

Hidangan ini dipercaya berasal dari pengaruh masakan Tionghoa yang masuk ke Indonesia. Tekstur daging kodok dianggap serupa daging ayam

Mau Mencicipi Swike Purwodadi? Tapi Jangan Kaget Menunya
kompas.com
Swike Cik Ping di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jateng, Minggu (23/4/2017) sore 

BANJARMASINPOST.CO.ID, GROBOGAN - Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah khususnya di Kecamatan Purwodadi, kodok menjelma menjadi makanan khas yang digandrungi oleh masyarakat di sana. Mereka menyebutnya Swike.

Hidangan ini dipercaya berasal dari pengaruh masakan Tionghoa yang masuk ke Indonesia. Tekstur daging kodok dianggap serupa daging ayam. Bagi telinga warga pada umumnya, Purwodadi sudah sejak lama mengantongi jargon sebagai "Kota Swike".

Kodok hijau yang habitatnya di persawahan itu, diracik dengan bumbu tradisional menjadi makanan yang kesohor di kalangan para pecandunya. Masakan berkuah layaknya sup yang konon merupakan perpaduan ramuan dari Tionghoa dan lokal ini sangat mengakar kuat di Kabupaten Grobogan terutama di Kota Purwodadi.

Luar biasa mudahnya menemukan warung makan swike di Purwodadi. Di sejumlah titik pusat kota hingga perdesaan, ada banyak warga yang menjajakan masakan yang mengandalkan bahan dasar tauco itu.

Seperti halnya rumah makan "Swike Asli Purwodadi" atau lebih getol dengan sebutan swike 'Cik Ping' yang tak lain adalah nama pemilik rumah makan ini. Tempat makan yang setiap harinya ramai dikunjungi para penikmat kodok itu berlokasi di Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Purwodadi, Grobogan.

Rumah makan lintas generasi ini diklaim sudah ada sejak tahun 1901. Untuk menunjukkan eksistensinya, pengelola pun menuliskan tahun perdana mereka berdiri pada baliho yang terpampang di depan rumah makan sederhana tersebut.

Bukan perkara mudah, rumah makan 'Cik Ping' telah bertahan lebih dari seabad. Selain warga Grobogan, tercatat pula warga luar kota acap kali menyempatkan diri mampir di rumah makan ini.

Sampai-sampai, sederet artis kenamaan seperti Robby Sugara, Inul Daratista, Didi Kempot dan petinju Cris John pernah turut menyambanginya. Terpajang foto-foto orang terkenal di tembok rumah makan bernuasa asri itu.

Shanty Tjandra Wati (54) atau akrab disapa Cik Ping, menuturkan, awal mulanya, sebelum tahun 1900, generasi pertama sesepuhnya itu berdagang swike dengan berkeliling berjalan kaki mengangkat pikulan di wilayah Purwodadi. Hingga akhirnya nasib baik menghantarkan leluhurnya bernama Kong Giring itu untuk berjualan swike dengan mangkal di rumah yang saat ini menjadi rumah makan 'Cik Ping'.

"Untuk mengenangnya, pikulan itu masih dipergunakan di warung. Kami adalah generasi kelima. Kami buka cabang di Jalan Imam Bonjol, Semarang sejak 1997 dan di Jalan Diponegoro, Yogyakarta sejak 40 tahun lalu," terang Cik Ping kepada Kompas.com, Minggu (23/4/2017) sore.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help