Berita Hulu Sungai Utara

[VIDEO] Awalnya Hanya Motoris Kapal, Kini Pemilik Usaha Jasa Speedboat

Sejak pagi buta H Darsani sudah siaga di pelabuhan Danau Panggang, mengecek tiga unit speed boat miliknya.

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Sejak pagi buta H Darsani sudah siaga di pelabuhan Danau Panggang, mengecek tiga unit speed boat miliknya. Mulai dari bahan bakar dan oli serta kondisi mesin.

Tak jarang Darsani bahkan sudah ada di pelabuhan pukul 04.00 pagi jika ada warga yang memesan speedboat untuk melihat wisata kerbau rawa. Setiap akan melakukan perjalanan Darsani selalu melakukan pemeriksaan kondisi speedboat agar nyaman di perjalanan.

Wisata kerbau rawa memang tampak lebih menarik saat kerbau tengah dikeluarkan dari kandang untuk mencari makan bersamaan dengan matahari yang baru terbit di padang rawa laksana lautan.

Setiap kali mengantar penumpang pulang pergi, Darsani bisa mendapatkan bayaran dari Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta untuk satu speedboat, setiap perjalanan memerlukan bensin sekitar Rp 300 hingga Rp 400 ribu. Kedua anak lelakinya saat ini dipercaya untuk menjadi motoris dua speed boat miliknya.

Tak langsung seperti sekarang, Darsani awalnya hanya seorang motoris kapal mesin dinamo. Sering mati jika baling balingnya tersangkut oleh akar eceng gondok.

"Kalau ke Paminggir dan musim eceng gondok, dalam sekali perjalanan dulu bisa sampai sepuluh kali mati mesin, membuang akar yang menyangkut dan menyalakannya kembali," ujarnya.

Dari situlah dirinya terlatih untuk menghindari eceng gondok yang menyebar di sungai. Namun saat eceng gondok terlalu banyak terpaksa tak bisa turun ke sungai.

Karena kegigihannya akhirnya Darsani membeli sebuah speedboat hingga saat ini memiliki tiga unit. Karena telah berpengalaman saat membawa kapal, maka tak sulit untuk mengendarai speedboat.

Bahkan Darsani dikenal sebagai salah satu motoris handal mencari jalan pintas di sungai agar tak terjebak eceng gondok. Cara mengendarai speedboat saat membawa penumpang yang memang sudah sering naik speedboat atau yang baru kali pertama juga ada perbedaan.

Jika penumpang yang baru atau orangtua, dirinya tak terlalu banyak melakukan manuver agar speedboat tak sering oleng.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help