Berita Hulu Sungai Utara

(VIDEO) Jahe Merah Lapas Amuntai Dibagikan Gratis kepada Warga

Tanaman obat dengan berbagai khasiat itu dirawat oleh warga binaan yang telah diasimilasi, hingga jahe siap panen dan dilakukan secara massal

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Amuntai memiliki program penanaman tanaman obat keluarga, salah satunya adalah jahe merah.

Tanaman obat dengan berbagai khasiat itu dirawat oleh warga binaan yang telah diasimilasi, hingga jahe siap panen dan dilakukan secara masal, Sabtu (29/4/2017).

Penanaman Jahe merah yang bibitnya diperoleh dari Tim Penggerak PKK HSU ini juga mendapatkan bimbingan dari penyuluh. Sehingga warga binaan mendapatkan pengetahuan mengenai cara menanam di berbagai media tanam. Cara pemberian pupuk serta membasmi hama atau penyakit juga diajarkan.

Kalapas Amuntai, M Arsyad mengatakan, sekitar 20 warga binaan yang ditugaskan untuk merawat tanaman obat keluarga. Setiap hari ada tiga orang yang bertugas untuk menyiram dan membersihkan dari tanaman liar.

"Sehari dua kali penyiraman yaitu pagi dan sore, mereka yang terpilih merawat tanaman adalah warga binaan yang telah diasimilasi dalam lapas salah satu syaratnya adalah berkelakuan baik," ujarnya.

Salah satu warga binaan, Mahsudi yang telah dua tahun berada di Lapas Amuntai atas kasus sabu ini mengaku senang jika bertugas untuk menyiram atau mencabut tanaman liar yang ada di sekitar tanaman obat keluarga.

Karena selain bisa menambah aktivitas baru dirinya juga ingin melajar menanam tanaman obat keluarga. "Menanamannya menggunakan media polibek, saya jadi ibgin menanam sendiri nanti jika sudah bebas, saya sudah mengeri pupuk untuk campuran tanah serta pasir untuk mengisi polibag," ujarnya.

Mahsudi juga telah mengetahui cara agar tanaman jahe atau yang lainnya bisa menghasilkan ukuran besar. Harga jual dipasaran juga membuatnya tergiur untuk menanam. Untuk kualitas biasa harga jahe merah adalah Rp 70.000 namun untuk kualitas terbaik bisa mencapai Rp 100.000 perkilogram.

Jahe merah ini dipanen bertepatan dengan leringatan Hari Bhakti Kemasyarakatan ke 53 sekaligus Hari Jadi Kabupaten HSU ke 65. Ketua TP PKK HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid yang juga menghadiri kegiatan tersebut.

Dia mengaku kagum dengan semangat warga binaan yang bisa merawat jahe merah hingga siap panen. Waktu tanam sekitar delapan bulan membutuhkan perhatian ekstra agar jahe bisa tinbub sehat, dan hal ini telah berhasil dilakukan didalam lapas.

"Meskipun keterbatasan lahan namun warga binaan bisa merawat tanaman obat dengan baik, semoga bisa menjadi bekal selepas bebas nanti agar bisa menjadi warga yang diterima dimasyarakat," ujarnya.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help