Berita Tanah Bumbu

Wah, Ada Ngaji Jurnalistik di Hutan Kota Kapet Batulicin

Jika biasanya kegiatan seni dan sastra hanya diisi oleh pergelaran seni musik atau pembacaan puisi, kegiatan Lesehan Seni dan Sastra yang digelar di

Wah, Ada Ngaji Jurnalistik di Hutan Kota Kapet Batulicin
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Lesehan Seni dan Sastra yang digelar di Hutan Kota Kapet, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, ini juga mengupas ilmu jurnalistik, Rabu (3/5/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Jika biasanya kegiatan seni dan sastra hanya diisi oleh pergelaran seni musik atau pembacaan puisi, kegiatan Lesehan Seni dan Sastra yang digelar di Hutan Kota Kapet, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, ini juga mengupas ilmu jurnalistik.

Kegiatan yang digelar pada Minggu (30/4/17) berlangsung kurang lebih 7 jam sejak pukul 09.00 wita sampai 16.00 Wita.

Acara dibuka dengan pergelaran seni pencak silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Gunung Tinggi yang dilanjutkan dengan penampilan tari tradisional adat Banjar dan Bali dari pelajar SMAN 1 Karang Bintang.
Pergelaran ini ditutup oleh pertunjukan dramatic reading dari Komunitas Pelangi Tanah Bumbu.

Salah satu penggagas acara, Arif Rahman, mengungkapkan kegiatan Lesehan Seni dan Sastra memang dibagi beberapa sesi.

Sesi pertama pergelaran seni, sementara sesi kedua adalah diskusi terkait tema yang diangkat yakni Ngaji Jurnalistik atau belajar tentang ilmu jurnalistik.

Dalam kegiatan itu, pihaknya juga mengajak para pelaku jurnalistik yang ada di Tanah Bumbu untuk ikut bicara tentang ilmu jurnalistik yang secara sederhana berarti mencatat.

Salah seorang narasumber, Tato A Setyawan, Rabu (3/5/17) menjelaskan banyak hal tentang ilmu jurnalistik dan memaparkan beberapa hal yang penting untuk diperhatikan agar seseorang mampu menguasai ilmu jurnalistik.

Mantan jurnalis Banjarmasin Post yang juga pernah menjabat sebagai Kabag Humas Setda Tanah Bumbu itu mengatakan para pelajar harus mulai belajar menulis semenjak dini.

Caranya bukan dengan memikirkan apa yang harus ditulis, tetapi langsung menuliskan apa saja yang ada dan terjadi di lingkungan sekitar.

Dalam hal ini, guru juga harus berperan untuk memberikan sejumlah catatan agar tulisan apapun yang dihasilkan pelajar dapat terus berkembang.

Pada acara lesehan seni dan sastra itu juga ada penampilan tarian, mobil perpustakaan, pameran lukisan serta keterlibatan guru dan siswa siswi SMAN1 Karang Bintang untuk meriahkan kegiatan tersebut. (*)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help