Berita Banjarmasin

Ibnu Sina Inginkan Hak Pengelolaan Pasar Sentra Antasari

Nasib pengelolaan Pasar Sentra Antasari yang merupakan salah satu pasar terbesar di Kota Banjarmasin masih terkatung-katung hingga saat ini

Ibnu Sina Inginkan Hak Pengelolaan Pasar Sentra Antasari
Dhani
Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina dan rombongan saat cek Pasar Sentra Antasari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Nasib pengelolaan Pasar Sentra Antasari yang merupakan salah satu pasar terbesar di Kota Banjarmasin masih terkatung-katung hingga saat ini.

Diketahui bersama, selama ini pengelolaan Pasar Sentra Antasari masih berada di tangan PT Giri Jaladhi Wana (GJW).

Kontrak perjanjian dengan Pemko Banjarmasin masih berlaku hingga 2023 nanti.

Namun dalam perjalanannya, PT GJW sendiri didera masalah.

PT Giri dinyatakan bersalah berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Tipikor Banjarmasin No.04/PID.SUS/2011/PT.BJM tanggal 10 Agustus 2011.

Majelis banding yang diketuai Mas’ud Halim menganggap PT GJW bersalah melakukan korupsi sebagaimana diatur Pasal 2 ayat (1) jo Pasal18 jo Pasal 20 UU Tipikor jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Keluarnya legal opinion (LO) dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin akhir tahun lalu menjadi jalan Pemko Banjarmasin untuk mengambil alih secara penuh pengelolaan Pasar Sentra Antasari.

Salah satu isi LO, pihak Pemko Banjarmasin sendiri sudah diminta untuk melakukan pendataan ulang seluruh aset yang ada di Sentra Antasari seperti jumlah toko, pedagang, parkir dan lainnya.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan pihaknya sendiri sudah menggelar rapat terbatas membahas hal ini akhir pekan tadi.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Hamli Kursani mengatakan, Pemko sendiri masih mengupayakan agar surat Hak Pengelolaan (HPN) Pasar Sentra Antasari dari BPN bisa cepat keluar.

Dengan HPN, jelas Hamli, menjadi dasar untuk melakukan perjanjian ulang dengan PT GJW.

" Kita sampaikan terus agar HPL bisa segera diproses, agar ada dasar untuk melakukan perjanjian ulang. Saat ini pendataan aset masih dilakukan," katanya.

Hamli sendiri mengklaim, pendataan aset Pasar Sentra Antasari yang dilakukan sudah mencapai sekitar 80 persen.

"Karena Pasar Sentra Antasari berada di atas tanah negara (meski ada aset PT GJW), jadi sah saja untuk ajukan HPL. Kalau sudah keluar HPL, baru setelahnya ketemu dengan PT GJW untuk lakukan perjanjian ulang," pungkasnya. (*)

Penulis: Rahmadhani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved