Kriminalitas Tapin

Gara-gara HP Jatuh, Yasin Gorok Leher Rekannya Herni, Lalu Buang Mayatnya ke Sungai Tapin

Setelah empat hari melakukan perburuan, anggota Satreskrim Polres Tapin berhasil menangkap pembunuh Herni (35), warga Bitahan, Tapin.

Gara-gara HP Jatuh, Yasin Gorok Leher Rekannya Herni, Lalu Buang Mayatnya ke Sungai Tapin

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Setelah empat hari melakukan perburuan, anggota Satreskrim Polres Tapin berhasil menangkap pembunuh Herni (35), warga Bitahan, Tapin. Dua pelaku, Yasin (19) dan Z (15), ditangkap di Lapangan Dwi Dharma Rantau, Tapin, Kamis (4/5) sekitar pukul 03.00 Wita.

Yasin, warga Desa Lumbu, Kecamatan Tapin Utara dan Z warga Banjarmasin yang kos di Kupang, Rantau, Tapin, tidak memberikan perlawanan saat diringkus polisi bersenjata laras panjang, yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Tapin AKP Dodi.

Kapolres Tapin AKBP Zulkifli melalui Kasat Reskrim Polres Tapin AKP Dodi mengatakan Yasin dan Z mengaku melakukan pembunuhan terhadap Herni. “Pengakuan Yasin pembunuhan ini berawal dari Hp,” kata Dodi, Kamis (4/5).

Dodi mengatakan, Yasin dan Herni berkendaraan bersama. Entah apa penyebabnya tiba-tiba Hp milik Yasin terjatuh di jalan. “Yasin menuduh Herni lah yang menyebabkan Hp-nya terjatuh,” ujarnya.

Yasin dan Herni mencari Hp yang terjatuh, tapi tidak ditemukan. “Yasin minta Herni mengganti hp-nya yang hilang tersebut. Namun Herni menolak,” ujarnya.

Saat berada di Pulau Kutil, Rantau, Yasin mengambil kayu ulin dan memukulkannya ke kepala Herni. “Herni terjatuh karena benturan kayu ulin di kepala,” ujarnya.

Rupanya Yasin tidak puas. Dia kemudian menggorok leher Herni. “Herni dinaikkan ke sepeda motor. Yasin di belakang, Herni di tengah dan Z mengendarai sepeda motor,” ujarnya.

Yasin meminta Z mengarahkan sepeda motor menuju ke jembatan Desa Lumbu. Sampai di jembatan, Yasin melempar Herni Sungai Tapin. “Peristiwa ini terjadi, Minggu (30/4) sekitar pukul 03.00 Wita,” ujarnya.

Mayat Herni ditemukan warga di Sungai Tapin di sekitar Desa Badaun, Senin (1/5) pukul 10.00 Wita. “Saat itu di leher Herni ditemukan luka sayatan senjata tajam. Selama empat hari kami menyelidiki kasus ini, akhirnya pelaku tertangkap Kamis dinihari,” ujarnya.

Saat ditemui, Yasin mengatakan, dia melakukan perbuatan itu dalam keadaan mabuk. “Sebelum saya menelan lima butir Zenith dan menenggak minuman keras jenis Malaga. Pembunuhan ini akibat masalah Hp,” ujarnya.

Menurut Yasin, setelah memukul dan menggorok Herni, dia mengambil uang Herni Rp 700 ribu. “Uang itu sudah habis saya belanjakan,” ujarnya.

"Saya menyesal atas perbuatan ini, gara-gara mabuk pang," tambah Yasin dengan wajah sedih saat berada di Polres Tapin.

Kini Yasin dan Z mendekam dalam tahanan untuk menjalani proses hukum. Keduanya terancam puluhan tahun penjara. (him)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved