Kriminalitas Tanahbumbu

Kepala Kantor Pos Satui Diserang Empat Lelaki Misterius, Para Pelaku Bawa Kabur Brankas Kantor

Adi Rahmadi terbaring tak berdaya di Puskesmas Satui, Kecamatan Satui Kabupaten Tanahbumbu. Dia diserang empat orang laki-laki bersenjata tajam.

Kepala Kantor Pos Satui Diserang Empat Lelaki Misterius, Para Pelaku Bawa Kabur Brankas Kantor
Istimewa
Kepala Kantor Pos Satu Adi, diduga korban perampokan saat dirawat di Puskesmas Satui 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Adi Rahmadi terbaring tak berdaya di Puskesmas Satui, Kecamatan Satui Kabupaten Tanahbumbu. Diduga, dia diserang empat orang laki-laki bersenjata tajam saat berada di rumah dinasnya, di Kantor Pos, Kamis (4/5) sekitar pukul 03.00 Wita.

Informasi didapat, ada beberapa luka di tubuh Adi, di antara di bagian pinggang. Korban sudah sadar, namun belum bisa dimintai keterangan. Hingga berita ini diturunkan, anggota Polsek Satui masih belum mengetahui, apakah Adi korban perampokan atau pengeroyokan.

Kapolsek Satui AKP Apri mengatakan kasus tersebut masih belum jelas. Apakah itu kasus perampokan atau pengeroyokan. “Kami masih melakukan penyelidikan dan belum ada kejelasan terkait kasus itu," ujarnya.

Kejadian itu, kata Apri, berlangsung Kamis dini hari. “Minim saksi dan kami masih menelusuri kasus itu. Nanti kalau sudah jelas pasti kami kabari," ujarnya.

Sementara itu, rekan Adi, Surya, mengatakan Adi Rahmadi adalah Kepala Kantor Pos Unit Satui. “Adi tinggal rumah dinas yang ada di Kantor Pos. Dia merupakan orang Kotabaru yang ditugaskan di Satui,” ujarnya.

Malam itu, kata Surya, Adi didatangi sekelompok orang. “Ada empat orang yang mendatangi kantor tersebut. Belum jelas seperti apa kejadian persisnya, karena Adi masih dirawat dan baru sadar,” ujarnya.

Menurut Surya, Adi korban perampokan. “Brankas yang ada di kantor pos dibawa kabur oleh empat orang tersebut," ujarnya.

Saat peristiwa terjadi korban hanya tinggal sendiri. “Di kantor pos itu tanpa adanya petugas security,” ujarnya. (hid)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help