Seputar Kaltim

Gagal Mengobservasi Masalah Ekonomi? Begini Akibatnya bagi Kalimantan Timur

Krisis yang melanda Kalimantan Timur, berikut defisit, dan pertumbunan ekonomi yang paling jeblok se-Indonesia dinilai tidak lepas dari kegagalan Pemp

Gagal Mengobservasi Masalah Ekonomi? Begini Akibatnya bagi Kalimantan Timur
ISTIMEWA vis tribunkaltim.co
Urun rembug garapan Badko HMI Kaltim-Kaltara bertema "Anda Tau Apa Soal Kaltim" berforo bersama di caafe Double Dipps, Bukit Alaya Samarinda, Kamis (4/5/2017). Dikusi kali ini terutama untuk mengetahui pandangan kalangan media dan akademisi terhadap permasalahan di Kaltim, jelang Pilgub Kaltim 2018. 

Wartawan senior Tribun Kaltim ini menyampaikan kekhawatiranya, jika para cagub yag akan bertarung dalam Pemilihan Gubernur Kaltim 2018, akan kembali gagal merumuskan masalah yang dihadapi Kaltim.

Sekarang masalahnya menjadi lebih kompleks karena anggaran defisit, pertumbuhan jeblok, pemutusan hubungan kerja (PHK) besar.

"Jangan berharap banyak akan adanya terobosan untuk perbaikan pada lima tahun mendatang kalau kita gagal lagi menangkap masalahnya. Maka, solusi yang akan diberikan pun bisameleset. Bukan menjawab kebutuhan melainkan keinginan," jelasnya.

Dalam kesempatan itu Felanans menyoroti kegagalan transformasi ekonomi.
Farid Wadjdy menilai pemerintah tidak hadir di dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia mencotohkan saat panen buah naga di sekitar Km 60 jalan raya Balikpapan-Samarinda, harganya langsung jatuh menjadi Rp 5000. Sebelumnya bisa Rp 35.000.

"Hasil panen menumpuk, tapi dibiarkan saja oleh pemerintah. Padahal pemerintah pula yang dulu mendorong masyarakat untuk menaam buah naga. Lagi-lagi, pemerintah tidak hadir," kata Farid.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama ini pernah duduk di eksekutf. Ia menjadi Wakil Gubernur Kaltim 2008-2013, mendampingi Awang Faroek Ishak.

Ia kini kembali mendaftar sebagai cawagub di Partai Golkar Kaltim untuk Pilgub Kaltim 2018.

Sony Sudiar mengemukakan lima syarat yang harus dimiliki cagub. Pertama adalah memiliki ambisi.

Kedua, kemampuan. Ketiga, pengalaman. Keempat, dukungan. Baik dukungan finansial maupun masyarakat dan tim sukses yang kuat. Dan kelima adalah momentum.

Halaman
1234
Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved