BanjarmasinPost/
Home »

Video

Berita Martapura

NEWSVIDEO : Tiap Tahun Tuan Tanah di Gambut dan Kertak Hanyar Nunggak Pajak

Itulah yang menyebabkan setiap tahun tunggakan PBB untuk kawasan itu pun mencapai miliaran rupiah.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Petak-petak lahan kosong di sepanjang Jalan A Yani, Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar terlihat telah menghijau. Pohon-pohon galam pun terlihat telah memperlihatkan tunasnya.

Lahan di sepanjang pinggiran Jalan A Yani ini bukannya tanpa pemilik. Semua lahan tersebut, bahkan telah berstatus sertifikat hak milik (SHM). Di setiap lokasi, terpasang plang-plang kepemilikan tanah tersebut.

Namun, pemilik tanah hanya sekedar memiliki tanah itu. Tetap, rasa tanggung jawab untuk merawat ataupun menjaga tanah-tanah itu tidak terlihat.

Lahan dibiarkan kosong ditumbuhi semak belukar sehingga kerap memicu kebakaran lahan.

Bahkan, tidak itu saja, ratusan pemilik lahan disana juga tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Tidak hanya setahun dua tahun mereka menunggak pembayaran PBB atas lahan yang mereka miliki namun ada yang delapan hingga sepuluh tahun. Itulah yang menyebabkan setiap tahun tunggakan PBB untuk kawasan itu pun mencapai miliaran rupiah.

Lurah Gambut, Darul Qutni membawa wartawan koran ini ke lokasi lahan-lahan dari kawasan A Yani Kilometer 16 hingga 19 Gambut yang terlihat kosong. Lahan-lahan itu, menurutnya selama bertahun-tahun pemiliknya tidak membayar PBB.

Sejak 2011 hingga 2017, pemilik lahan di lokasi tersebut tidak pernah memenuhi kewajibannya membayar PBB.

"Kami sudah coba hubungi adik dari pemilik lahan ini. Tetapi, ya itu tidak pernah dipenuhi," ujarnya sembari menghubungi adik pemilik lahan tersebut.

Menurutnya, kendala yang mereka hadapi kebanyakan pemilik-pemilik lahan itu berada di luar daerah. Ada yang di Surabaya, Jakarta bahkan Bali. Seandainya, tahu identitas ataupun pemiliknya mungkin bisa dihubungi tetapi ini sama sekali tidak diketahui .

Ada juga yang pemiliknya di Banjarmasin, bebernya, tetapi susah juga berulang kali didatangi pemiliknya selalu tidak ada di tempat. "Itulah kendala kami sehingga pendapatan dari PBB ini selalu terjadi tunggakan setiap tahunnya,"ujar Qutni.

Penulis: Hari Widodo
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help