Dikira Sudah Jadi Mayat, Warga Gampa Heboh, Emel Masih Hidup, Polisi Telusuri Identitas Mrs Y

Rusidawati, warga Sungai Bamban Desa Gampa Kabupaten Batola, sempat kaget ketika melihat anaknya, Emel, datang dalam keadaan sehat walafiat.

Dikira Sudah Jadi Mayat, Warga Gampa Heboh, Emel Masih Hidup, Polisi Telusuri Identitas Mrs Y
Metro Banjar Edisi Cetak 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Santia alias Emel (16) berumur panjang. Mayat perempuan yang ditemukan warga di Jalan Holing, Desa Makmur, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (7/3) lalu, itu ternyata bukan Emel. Sabtu (6/5), Emel dengan kondisi sehat dan baik bertemu dengan ibunya, Rusidawati.

Rusidawati, warga Sungai Bamban Desa Gampa Kabupaten Batola, sempat kaget ketika melihat anaknya, Emel, datang dalam keadaan sehat walafiat. Pasalnya, dia sangat meyakini kalau mayat perempuan yang ditemukan di Jalan Holing tersebut adalah putrinya.

“Syukuran 40 hari atas meninggalnya Emel sempat dilaksanakan," kata Kepala Desa Gampa, Syahruni, Senin (8/5).
Disinggung keberadaan Emel selama ini menghilang, Syahruni mengaku tidak mengetahui persis. “Yang penting saya bersyukur, warga saya sudah menemukan buah hatinya, walau sempat dinyatakan meninggal. Nah, kalau kemana-mananya saya kurang mengetahui," ujarnya.

Terpisah Kapolres Banjar, AKBP Kukuh Prabowo melalui Kasatreskrimnya, AKP Budi Prasetyo, mengiyakan kalau jasad Mrs Y yang ditemukan di Jalan Holing itu bukan Emel. "Jenazah Mrs Y pun sebetulnya sudah dimakamkan di Marabahan,” ujarnya.

Budi mengatakan, dari hasil tes DNA, ada ketidaksesuai antara jenazah dengan Rusidawati atau ibu yang mengaku Mrs Y putrinya.

"Karena hasil tes DNA, Mrs Y memang tidak memiliki kecocokan dengan Rusidawati, kami masih menelusuri identitas korban," ujarnya.

Saat disinggung mengenai penyebab kematian Mrs Y, Budi menjelaskan tidak ada tanda-tanda kekerasan, baik berdasarkan hasil visum maupun autopsi.

Seperti diberitakan sebelumnya, tangis Rusidawati pecah saat berada di kamar pemulasaraan RSUD Ratu Zalecha Martapura, Senin (27/3) siang. Ibu beranak empat ini mengakui sesosok mayat perempuan yang terbaring kaku di kamar mayat itu adalah putrinya, Emel. “Iya, itu anak lun. Inya anak ulun pa," ujarnya berkali-kali kepada petugas rumah sakit.

Tak hanya menangis, Rusidawati juga sempat melakukan aksi bunuh diri dengan menggunakan pecahan kaca sepanjang 30 sentimeter. Untung aksi sempat dicegah kerabat dan tetangganya. “Enggak mau, biar aja aku bunuh diri, " ujarnya lirih sembari menangis sedu.

Rusidawati mengaku sudah tiga bulan dia mencari putrinya, Emel. “Emel kesehariannya bekerja di sebuah warung. Sebulan sekali, dia pulang untuk memberi saya uang. Tapi, entah kenapa sudah tiga bulan ini, Emel malah tidak ada kabar," ujarnya.

Saat mendengar informasi ada penemuan sesosok mayat di Desa Makmur Karya, rasa penasarannya pun tiba-tiba muncul.
“Ciri-cirinya mirip Emel. Rambutnya panjang dan sedikit bersemir. Kakinya juga kecil seperti kaki saya,” ujarnya. (gha)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help