Ini Alasan Mengapa Meminjam Modal di Fintech Lewat Internet Menarik Perhatian Masyarakat?

Dengan meningkatnya pengguna gadget di masyarakat Indonesia membuat fintech semakin populer. Tidak heran bila dalam waktu belakangan, usaha fintech.

Ini Alasan Mengapa Meminjam Modal di Fintech Lewat Internet Menarik Perhatian Masyarakat?
(Dok. Tunaiku)
Salah satu nasabah fintech Tunaiku yang berusaha di bidang konveksi(Dok. Tunaiku) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Jika berkaca pada perkembangan layanan teknologi keuangan digital, atau disebut juga fintech, di negara-negara berkembang, maka saat ini kondisi Indonesia menjadi pemicu bagi pertumbuhan usaha fintech.

Sebab, dari total populasi masyarakat Indonesia, baru sekitar 30 persen penduduk Indonesia yang memiliki akses ke layanan perbankan. Namun di sisi lain, saat ini sekitar 330 juta pengguna telepon genggam di Indonesia dan pengguna internet aktif sekitar 88 juta orang.

Dengan meningkatnya pengguna gadget di masyarakat Indonesia membuat fintech semakin populer. Tidak heran bila dalam waktu belakangan, usaha fintech menjadi pilihan bagi generasi muda yang ingin mengakses dan memanfaatkan fasilitas perbankan secara digital melalui teknologi finansial ini.

Contohnya saja, Ibu Dian, seorang nasabah fintech Tunaiku. Ibu ini memanfaatkan fasilitas digital perbankan Tunaiku dengan meminjam dana sebesar Rp 15 juta sebagai modal tambahan usahanya.

“Saya tertarik melakukan pinjaman secara online karena kebetulan sangat mudah dilakukan. Gak repot mesti datang ke bank. Syaratnya mudah dan dipenuhi melalui pengiriman via email. Saya bisa melakukan semuanya sendiri sambil dengan tetap sibuk dengan rutinitas harian,” kata dia, seperti dikutip dari rilis Tunaiku ke Kompas.com, Selasa (9/5/2017).

Lain halnya, Bapak Purna. Dia awalnya tertarik dengan produk fintech Tunaiku setelah melakukan pencarian informasi atau browsing di internet. Dia kemudian menemukan cara mudah meminjam uang secara digital.

“Yang saya terkesan itu melihat prosesnya yang singkat, praktis, dan dapat dilakukan dengan tidak perlu datang mencari informasi terkait karena semuanya sudah tersedia melalui website," katanya.

"Semua berlangsung tanpa rumit, bahkan saya sempat ragu dengan caranya yang sangat cepat dan praktis. Dan nominal yang saya butuhkan mendapat persetujuan dari Tunaiku. Just click melalui website, kita dapat yang kita butuhkan. Bener-bener dimanjain jadinya,” tuturnya.

Fintech Tunaiku Menjawab Kebutuhan Konsumen

Keterlibatan usaha fintech dengan sistem perbankan Indonesia juga memperlebar jaringan layanan keuangan bagi penduduk lokal, sehingga nasabah semakin banyak dan inklusi finansial di Indonesia semakin berkembang.

Hal ini juga tentu akan sangat baik bagi perkembangan produk keuangan di Indonesia yang saat ini relatif rendah.

Bentuk peluang-peluang pertumbuhan bisnis fintech yang maju berkembang di Indonesia saat ini seperti bisnis simpan pinjam bagi perorangan atau UKM dengan peer to peer lending atau crowdfunding, hingga berbagai kemudahan pembayaran menggunakan telepon genggam (mobile payment) telah menjadi pilihan alternatif kegiatan usaha menengah fintech.

CEO Tunaiku, Vishal Tulsian mengatakan, keberadaan fintech diharapkan dapat membantu melayani pasar yang belum terjangkau dengan memahami kebutuhan unbanked people. "Inilah tantangan yang mendasar yang harus kita ketahui dari kebutuhan mereka,” ujarnya.

Sekadar informasi, sampai kuartal I 2017 Tunaiku telah berhasil meningkatkan jumlah nasabah menjadi 33.000 nasabah dari semula 30.000 nasabah di akhir 2016 lalu.

Produk dana pinjaman yang disediakan Tunaiku per nasabah mulai Rp 2 juta-Rp 10 juta, dengan jangka waktu pengembalian pinjaman mulai 6 bulan - 12 bulan. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved