Nekat Berkendara Tanpa Helm,Lihat Apa Yang Terjadi dengan Santri Ponpes Ini Saat Ditilang Satlantas

Pada Rabu (10/5), jajaran Satlantas Polres Banjar menggelar razia terhadap kendaraan roda dua ataupun roda empat di Jalan A Yani Km 41, Pesayangan.

Nekat Berkendara Tanpa Helm,Lihat Apa Yang Terjadi dengan Santri Ponpes Ini Saat Ditilang Satlantas
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Jajaran Satlantas Polres Banjar menggelar razia kendaraan roda dua ataupun roda empat di Jalan A Yani Km 41, Pesayangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiper, Ismail (20) dengan santai melintasi Jalan A Yani, Pesayangan tanpa mengenakan helm. Tidak hanya dia, rekannya Ahmad Riyadi juga sama, tidak mengenakan helm.

Seketika, dia pun kaget saat menyadari sejumlah petugas Satlantas Polres Banjar telah berada di hadapkannya. Santri Ponpes Darussalam tingkat Ulya itu pun memelas agar sepeda motornya tidak dibawa. "Waduh, jangan dibawa pak. Ini sepeda motor punya teman," ujarnya.

Namun, polisi bergeming. Kesalahan santri asal Tamban, Baritokuala itu itu rupanya cukup banyak. Selain tidak mengenakan helm, dia tidak memiliki SIM, STNK, bahkan sepeda motor yang dikendarainya tanpa spion.

"Kamu bawa surat tilangnya ke BRI saja. Atau kalau tidak ada uangnya, bisa saja kamu ikuti sidang tilang," ujar Kanit Turjawali Satlantas Polres Banjar Ipda Lutfhi yang memimpin razia di Pesayangan itu.

Rabu (10/5), jajaran Satlantas Polres Banjar menggelar razia terhadap kendaraan roda dua ataupun roda empat di Jalan A Yani Km 41, Pesayangan. Ismail merupakan satu di antara sejumlah pengendara yang terjaring.

Saat itu, Ismail mengaku hendak menyeberang ke tempat untuk menunggu taksi sehingga seadanya saja tidak mengenakan helm. "Saya mau menyeberang saja minta antar sama Riyadi. Namun, ternyata kena musibah. Belum tahu nih, gimana membayarnya. Saya tidak punya uang lagi," katanya sembari memegang lembaran kertas tilang.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Banjar, Ipda Lutfhi mengatakan, razia hunting yang mereka gelar ini merupakan bagian dari Operasi Patuh Intan 2017 yang digelar sejak Selasa (9/5). Sasarannya, pengendara kendaraan roda empat yang tidak mengenakan sabuk pengaman, angkutan yang berpotensi memicu terjadi lakalantas seperti muatan berlebih.

"Sedangkan untuk pengendara roda dua, sasaran kami, mereka yang terlihat secara kasat mata melanggar seperti tidak memakai helm atau sepeda motornya tidak dilengkapi kaca spion," katanya.

Menurutnya, kemarin, di wilayah Timur, terjaring 30 pelanggar yang ditindak. Namun, sebenarnya, ada 50 pelanggaran yang mereka dapatkan. Tetapi, itu baru razia yang sifatnya hunting belum stasioner. (wid)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help