Psikologis

Apa Dampaknya Jika Orangtua Berteriak-teriak Memarahinya Anak

Menurut Dr. Laura Markham, pendiri Aha! Parenting dan penulis Peaceful Parent, Happy Kids: How to Stop Yelling and Start Connecting, berteriak adalah

Apa Dampaknya Jika Orangtua Berteriak-teriak Memarahinya Anak
Nikita

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menjadi orang tua adalah salah satu dari sedikit posisi di mana berteriak rasanya wajib.

Pertanyaannya bukan mengapa orang tua berteriak — pasti ada sejuta alasan — tapi apa dampaknya bagi anak. Dan konsensus ilmiah yang kian berkembang adalah bahwa berteriak atau membentak membuat anak-anak menjadi lebih agresif dan lebih gelisah.

Menurut Dr. Laura Markham, pendiri Aha! Parenting dan penulis Peaceful Parent, Happy Kids: How to Stop Yelling and Start Connecting, berteriak adalah sesuatu yang bisa kita tinggalkan.

Lawan, Lari, atau Diam

Laura mengatakan bahwa meskipun orang tua yang berteriak tidak merusak otak anak-anak, mereka mengubahnya.

"Katakanlah selama pengalaman menenangkan, neurotransmiter otak merespons dengan mengirimkan biokimia yang menenangkan agar kita aman. Saat itulah anak sedang membangun jalur saraf untuk tenang."

"Anak itu melepaskan biokimia yang mengatakan ingin melawan, lari, atau diam. Mereka mungkin akan memukul Anda. Mereka mungkin melarikan diri. Atau mereka hanya diam. Tidak ada yang bagus untuk pembentukan otaknya," katanya. Jika tindakan itu terjadi berulang kali, perilaku tersebut dapat berubah menjadi kebiasaan.

Berteriak Bukanlah Bentuk Komunikasi

"Ketika orang tua berteriak, anak-anak hanya menyetujui di awal, tapi anak tidak terbuka terhadap pengaruhnya," kata Dr. Laura.

Anak-anak yang lebih muda bisa menangis; Anak-anak yang lebih tua akan terlihat lebih dewasa, tapi keduanya justru tidak mendengarkan apa yang dikatakan orang tuanya.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help